Wamenag Minta Dugaan Keracunan MBG Santri Sidoarjo Segera Diinvestigasi
Tim langit 7
Jum'at, 04 September 2026 - 16:03 WIB
Wamenag Minta Dugaan Keracunan MBG Santri Sidoarjo Segera Diinvestigasi
LANGIT7.ID-Sidoarjo; Wakil Menteri Agama (Wamenag) Romo Muhammad Syafii meminta dugaan keracunan makanan bergizi gratis (MBG) yang dialami santri Pondok Pesantren Manbaul Hikam, Sidoarjo, Jawa Timur, diinvestigasi untuk memastikan penyebabnya. Hal ini disampaikan Wamenag saat mengunjungi santri yang masih menjalani perawatan di RSUD R.T. Notopuro Sidoarjo.
Wamenag mengatakan, saat kunjungannya terdapat delapan pasien yang sedang menjalani perawatan. Dari jumlah tersebut, lima pasien direncanakan diperbolehkan pulang, sementara tiga lainnya masih memerlukan perawatan. Menurutnya, keluhan yang disampaikan para santri berkaitan dengan gangguan pada perut dan rasa mual, namun kondisinya tidak berat.
“Yang dirawat ada delapan. Kata kepala rumah sakit, lima hari ini akan dipulangkan, tinggal tiga. Jadi anak-anak tadi memang ada yang mengeluh perutnya, mual, tetapi tidak terlalu berat,” ujar Wamenag, Jumat (4/9/2026).
Menurut Wamenag, penyebab kejadian tersebut belum dapat disimpulkan. Ia menyebut MBG dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang sama telah diterima para santri selama hampir satu tahun tanpa persoalan serupa.
“Karena sudah hampir satu tahun dapur ini menyuplai anak-anak ini dan baru sekarang terjadi masalah, tentu kita perlu investigasi apa yang sebenarnya terjadi,” katanya.
Wamenag menyebut keluhan para santri banyak berkaitan dengan dua menu, yakni telur dan sayuran. Namun, ia menegaskan hal tersebut masih perlu ditelusuri lebih lanjut, termasuk kemungkinan adanya persoalan dalam proses memasak maupun waktu konsumsi makanan yang tidak sesuai dengan petunjuk teknis (juknis).
“Apakah ada proses memasaknya yang tidak sesuai atau ada waktu makannya yang tidak sesuai dengan juknis, itu yang harus kita investigasi,” ujarnya.
Wamenag mengatakan, saat kunjungannya terdapat delapan pasien yang sedang menjalani perawatan. Dari jumlah tersebut, lima pasien direncanakan diperbolehkan pulang, sementara tiga lainnya masih memerlukan perawatan. Menurutnya, keluhan yang disampaikan para santri berkaitan dengan gangguan pada perut dan rasa mual, namun kondisinya tidak berat.
“Yang dirawat ada delapan. Kata kepala rumah sakit, lima hari ini akan dipulangkan, tinggal tiga. Jadi anak-anak tadi memang ada yang mengeluh perutnya, mual, tetapi tidak terlalu berat,” ujar Wamenag, Jumat (4/9/2026).
Menurut Wamenag, penyebab kejadian tersebut belum dapat disimpulkan. Ia menyebut MBG dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang sama telah diterima para santri selama hampir satu tahun tanpa persoalan serupa.
“Karena sudah hampir satu tahun dapur ini menyuplai anak-anak ini dan baru sekarang terjadi masalah, tentu kita perlu investigasi apa yang sebenarnya terjadi,” katanya.
Wamenag menyebut keluhan para santri banyak berkaitan dengan dua menu, yakni telur dan sayuran. Namun, ia menegaskan hal tersebut masih perlu ditelusuri lebih lanjut, termasuk kemungkinan adanya persoalan dalam proses memasak maupun waktu konsumsi makanan yang tidak sesuai dengan petunjuk teknis (juknis).
“Apakah ada proses memasaknya yang tidak sesuai atau ada waktu makannya yang tidak sesuai dengan juknis, itu yang harus kita investigasi,” ujarnya.