Naik 12,7 Persen, 230 Ribu Peserta Daftar Olimpiade Madrasah Indonesia 2026
Ahmad zuhdi
Sabtu, 05 September 2026 - 18:59 WIB
Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) 2026 makin kompetitif, ditandai dengan lonjakan partisipasi peserta. Foto: Istimewa.
Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) 2026 makin kompetitif, ditandai dengan lonjakan partisipasi peserta. Sebanyak 230.123 siswa tercatat mendaftar OMI 2026 atau 12,7 % dibanding OMI 2025 dengan 204.222 pendaftar.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 229.593 peserta (99,8 %) dinyatakan lolos verifikasi. Jumlah peserta yang lolos verifikasi juga naik dibanding OMI 2025 dengan 202.117 peserta (13,6 %).
Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama Amien Suyitno mengatakan, peningkatan jumlah peserta menunjukkan semakin kuatnya minat peserta didik terhadap ruang-ruang pengembangan bakat, kompetensi, dan prestasi yang disediakan melalui OMI.
“Peningkatan partisipasi ini tentu menjadi kabar baik bagi pendidikan madrasah dan pendidikan Indonesia secara keseluruhan. Bertambahnya peserta berarti semakin banyak potensi dan talenta anak bangsa yang berhasil kita identifikasi dan berikan ruang untuk berkembang,” ujar Amien Suyitno di Jakarta, Sabtu (5/9/2026).
Menurut Dirjen Pendis, OMI tidak semata-mata dipandang sebagai kompetisi untuk menentukan pemenang. Lebih dari itu, OMI menjadi bagian dari ekosistem pembinaan prestasi peserta didik yang perlu dikembangkan secara berkelanjutan.
“Kompetisi adalah salah satu pintu masuk. Yang lebih penting adalah bagaimana kita menemukan anak-anak yang memiliki potensi, kemudian memberikan pembinaan yang tepat agar potensi tersebut berkembang menjadi prestasi,” jelas Guru Besar UIN Raden Fatah Palembang.
Peserta Sekolah Umum Naik 38,1 %Salah satu perkembangan paling menonjol dalam OMI 2026 adalah meningkatnya partisipasi murid sekolah umum. Laporan pendaftar OMI 2026 mencatat 13.271 murid sekolah umum dari jenjang SD, SMP, dan SMA ikut berpartisipasi. Jumlah tersebut meningkat dari 9.612 peserta sekolah umum pada OMI 2025, atau bertambah 3.659 peserta (38,1 %).
Dari jumlah tersebut, sebanyak 229.593 peserta (99,8 %) dinyatakan lolos verifikasi. Jumlah peserta yang lolos verifikasi juga naik dibanding OMI 2025 dengan 202.117 peserta (13,6 %).
Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama Amien Suyitno mengatakan, peningkatan jumlah peserta menunjukkan semakin kuatnya minat peserta didik terhadap ruang-ruang pengembangan bakat, kompetensi, dan prestasi yang disediakan melalui OMI.
“Peningkatan partisipasi ini tentu menjadi kabar baik bagi pendidikan madrasah dan pendidikan Indonesia secara keseluruhan. Bertambahnya peserta berarti semakin banyak potensi dan talenta anak bangsa yang berhasil kita identifikasi dan berikan ruang untuk berkembang,” ujar Amien Suyitno di Jakarta, Sabtu (5/9/2026).
Menurut Dirjen Pendis, OMI tidak semata-mata dipandang sebagai kompetisi untuk menentukan pemenang. Lebih dari itu, OMI menjadi bagian dari ekosistem pembinaan prestasi peserta didik yang perlu dikembangkan secara berkelanjutan.
“Kompetisi adalah salah satu pintu masuk. Yang lebih penting adalah bagaimana kita menemukan anak-anak yang memiliki potensi, kemudian memberikan pembinaan yang tepat agar potensi tersebut berkembang menjadi prestasi,” jelas Guru Besar UIN Raden Fatah Palembang.
Peserta Sekolah Umum Naik 38,1 %Salah satu perkembangan paling menonjol dalam OMI 2026 adalah meningkatnya partisipasi murid sekolah umum. Laporan pendaftar OMI 2026 mencatat 13.271 murid sekolah umum dari jenjang SD, SMP, dan SMA ikut berpartisipasi. Jumlah tersebut meningkat dari 9.612 peserta sekolah umum pada OMI 2025, atau bertambah 3.659 peserta (38,1 %).