home global news

BNPB Akan Operasi Modifikasi Cuaca untuk Peluruhan Abu Vulkanik

Ahad, 06 September 2026 - 19:03 WIB
BNPB Akan Operasi Modifikasi Cuaca untuk Peluruhan Abu Vulkanik
Abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau dirasakan masyarakat sejumlah wilayah. Distribusi material vulanik tidak hanya berdampak pada sektor kesehatan tetapi juga aktivitas lima penerbangan.

Menyikapi aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah melakukan upaya antisipasi dampak erupsi gunung api. Kepala BNPB Letjen TNI Dr. Suharyanto mengatakan, pihaknya telah mengambil langkah antisipasi dan perencanaan untuk merespons ancaman bahaya lanjutan dari letusan Anak Krakatau. Kepala BNPB telah melakukan koordinasi secara daring dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) yang wilayah terpapar abu vulkanik.

“Kami telah melakukan video conference secara intensif untuk mengetahui perkembangan kondisi masyarakat terdampak erupsi,” ujarnya dalam keterangan pers secara daring, Ahad (6/9/2026).

BNPB telah mengirimkan sejumlah personel menuju lokasi terdampak dan memonitor secara langsung situasi daerah yang terpapar erupsi dan dampaknya terhadap masyarakat setempat.

Lebih lanjut, Kepala BNPB Suharyanto juga meminta jajaran turut berkoordinasi guna melakukan kesiapan, termasuk perangkat, piranti lunak, peralatan, misalnya keberfungsian sirine, tempat evakuasi, rencana kontinjensi pada wilayah terdampak dan stok makanan yang dikelola pihak provinsi, kabupaten dan kota. “Apabila masih dibutuhkan, bantuan dari pemerintah pusat akan kami dorong,” tuturnya.

Sejauh ini, Kepala BNPB Suharyanto menyatakan belum ada pemerintah daerah yang terdampak menetapkan status kedaruratan bencana. Menyikapi aktivitas vulkanik yang berpotensi terus berlangsung, BNPB akan terus berkoordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait.

Lebih lanjut, BNPB akan melakukan operasi modifikasi cuaca (OMC) pascaerupsi. Langkah ini bertujuan untuk meluruhkan abu vulkanik yang tersebar di sejumlah titik. OMC dilakukan dengan memperhatikan aspek keamanan dan keselamatan, mengingat sejumlah bandara masih ditutup karena faktor keamanan dan keselamatan terkait dampak abu vulkanik.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya