BRIN dan ParagonCorp Perkuat Kolaborasi Riset, Kembangkan Kapabilitas Inovasi Berbasis Sains di Indonesia
Lusi mahgriefie
Kamis, 10 September 2026 - 07:14 WIB
Kolaborasi BRIN dan ParagonCorp menghubungkan hasil riset dengan kebutuhan industri menjadi bagian penting dalam menciptakan inovasi yang relevan dan berkelanjutan. Foto: dok.ParagonCorp
Inovasi membutuhkan lebih dari sekadar teknologi dan fasilitas penelitian. Kemampuan untuk membangun pengetahuan, menguji berbagai kemungkinan, serta menghubungkan hasil riset dengan kebutuhan industri menjadi bagian penting dalam menciptakan inovasi yang relevan dan berkelanjutan.
Berangkat dari hal tersebut, ParagonCorp dan Pusat Riset Mikrobiologi Terapan, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memperkuat kolaborasi penelitian, melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) tentang riset, pengembangan, dan pemanfaatan mikroalga sebagai bahan baku industri kosmetik pada 1 September 2026 di ParagonCorp Head Office, Jakarta Selatan.
BagiParagonCorp, pengembangan inovasi berbasis sains merupakan proses yang tidak berhenti pada menghasilkan produk atau teknologi baru.
Proses tersebut juga mencakup kemampuan untuk mengajukan pertanyaan ilmiah, membangun pengetahuan, mengeksplorasi berbagai kemungkinan, serta menguji dan mengevaluasi temuan secara sistematis. Karena itu, kolaborasi dengan institusi riset nasional menjadi bagian dari upaya memperluas perspektif sekaligus memperkuat kapabilitas Research and Development (R&D).
"Bagi ParagonCorp, inovasi berbasis sains dibangun dari kemampuan untuk terus belajar dan mengembangkan pengetahuan. Kolaborasi dengan BRIN memberikan ruang bagi tim industri dan peneliti untuk saling bertukar perspektif, memperkaya cara pandang terhadap proses penelitian, sekaligus membangun kapabilitas yang dapat mendukung pengembangan inovasi di masa depan," ujar Deputy CEO and Chief R&D Officer ParagonCorp, Sari Chairunnisa dalam keterangannya.
Baca juga:Riset Mahasiswa FT Tembus Prancis, Kembangkan Jaringan Telekomunikasi Tangguh Hadapi Perubahan Iklim
Dalam kerja sama ini, kedua pihak membawa kompetensi yang saling melengkapi. BRIN memiliki kompetensi dalam bioprospeksi dan pengembangan mikroalga, sementara ParagonCorp memiliki pengalaman dalam mengevaluasi bahan baku serta mengaplikasikannya untuk kebutuhan industri kosmetik.
Berangkat dari hal tersebut, ParagonCorp dan Pusat Riset Mikrobiologi Terapan, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memperkuat kolaborasi penelitian, melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) tentang riset, pengembangan, dan pemanfaatan mikroalga sebagai bahan baku industri kosmetik pada 1 September 2026 di ParagonCorp Head Office, Jakarta Selatan.
BagiParagonCorp, pengembangan inovasi berbasis sains merupakan proses yang tidak berhenti pada menghasilkan produk atau teknologi baru.
Proses tersebut juga mencakup kemampuan untuk mengajukan pertanyaan ilmiah, membangun pengetahuan, mengeksplorasi berbagai kemungkinan, serta menguji dan mengevaluasi temuan secara sistematis. Karena itu, kolaborasi dengan institusi riset nasional menjadi bagian dari upaya memperluas perspektif sekaligus memperkuat kapabilitas Research and Development (R&D).
"Bagi ParagonCorp, inovasi berbasis sains dibangun dari kemampuan untuk terus belajar dan mengembangkan pengetahuan. Kolaborasi dengan BRIN memberikan ruang bagi tim industri dan peneliti untuk saling bertukar perspektif, memperkaya cara pandang terhadap proses penelitian, sekaligus membangun kapabilitas yang dapat mendukung pengembangan inovasi di masa depan," ujar Deputy CEO and Chief R&D Officer ParagonCorp, Sari Chairunnisa dalam keterangannya.
Baca juga:Riset Mahasiswa FT Tembus Prancis, Kembangkan Jaringan Telekomunikasi Tangguh Hadapi Perubahan Iklim
Dalam kerja sama ini, kedua pihak membawa kompetensi yang saling melengkapi. BRIN memiliki kompetensi dalam bioprospeksi dan pengembangan mikroalga, sementara ParagonCorp memiliki pengalaman dalam mengevaluasi bahan baku serta mengaplikasikannya untuk kebutuhan industri kosmetik.