Pencarian 5 Wartawan Hari Keempat: Pesan Terakhir Epi untuk Heriyanto Tak Pernah Terkirim, Presiden Turun Tangan
Sururi al faruq
Kamis, 10 September 2026 - 18:51 WIB
Pencarian 5 Wartawan Hari Keempat: Pesan Terakhir Epi untuk Heriyanto Tak Pernah Terkirim, Presiden Turun Tangan
LANGIT7.ID-Carita; Memasuki hari keempat, operasi pencarian lima jurnalis dan tiga kru speedboat Arupadhatu 1 yang hilang di perairan Selat Sunda masih belum membuahkan hasil. Di balik puluhan kapal yang menyisir laut, tersimpan cerita pilu dari keluarga yang ditinggalkan.
Epi, istri pemandu rombongan Heriyanto, menjadi orang terakhir yang berkomunikasi dengan para korban. Pukul 18.13 WIB, Senin (7/9/2026), Heriyanto mengirimkan foto Gunung Anak Krakatau melalui pesan singkat. Epi membalas. Tujuh menit kemudian, balasan terakhir diterima. Namun pesan Epi berikutnya pada pukul 18.35 WIB hanya berstatus centang satu — tak pernah terkirim.
"Senin malam sudah khawatir karena kan gak nginep. Jam 8-9 biasanya sudah sampai, ini gak ada aja sampai pagi," ujar Epi di Posko SAR Terpadu Marina Carita, Rabu (9/9/2026).
Rombongan diberangkatkan dari Dermaga Pagedongan, Carita, Pandeglang, sekitar pukul 14.00 WIB. Mereka menuju Gunung Anak Krakatau untuk meliput erupsi. Lima jurnalis yang ikut dalam rombongan: M. Bagus Khoirunnas (Antara), Ari Basuki (Merdeka), Yudhis (iNews), Daus (Anadolu), dan Donal (freelance). Tiga kru kapal: Warta (kapten), Surakman (ABK), dan Heriyanto (pemandu).
Berdasarkan laporan awal Basarnas, komunikasi terakhir dengan rombongan tercatat sekitar pukul 14.42 WIB, saat salah satu penumpang mengirim titik lokasi kepada jurnalis di Lampung. Komunikasi terputus sekitar pukul 15.04 WIB. Namun komunikasi Epi dengan suaminya bertahan hingga pukul 18.20 WIB — menunjukkan rombongan masih terjangkau sinyal selama hampir empat jam sebelum akhirnya senyap.
Prabowo Instruksikan TNI AL Sejak Senin Malam
Presiden Prabowo Subianto langsung turun tangan. Presiden memerintahkan TNI Angkatan Laut ikut membantu pencarian sejak Senin malam. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyatakan instruksi langsung diberikan kepada KSAL.
Epi, istri pemandu rombongan Heriyanto, menjadi orang terakhir yang berkomunikasi dengan para korban. Pukul 18.13 WIB, Senin (7/9/2026), Heriyanto mengirimkan foto Gunung Anak Krakatau melalui pesan singkat. Epi membalas. Tujuh menit kemudian, balasan terakhir diterima. Namun pesan Epi berikutnya pada pukul 18.35 WIB hanya berstatus centang satu — tak pernah terkirim.
"Senin malam sudah khawatir karena kan gak nginep. Jam 8-9 biasanya sudah sampai, ini gak ada aja sampai pagi," ujar Epi di Posko SAR Terpadu Marina Carita, Rabu (9/9/2026).
Rombongan diberangkatkan dari Dermaga Pagedongan, Carita, Pandeglang, sekitar pukul 14.00 WIB. Mereka menuju Gunung Anak Krakatau untuk meliput erupsi. Lima jurnalis yang ikut dalam rombongan: M. Bagus Khoirunnas (Antara), Ari Basuki (Merdeka), Yudhis (iNews), Daus (Anadolu), dan Donal (freelance). Tiga kru kapal: Warta (kapten), Surakman (ABK), dan Heriyanto (pemandu).
Berdasarkan laporan awal Basarnas, komunikasi terakhir dengan rombongan tercatat sekitar pukul 14.42 WIB, saat salah satu penumpang mengirim titik lokasi kepada jurnalis di Lampung. Komunikasi terputus sekitar pukul 15.04 WIB. Namun komunikasi Epi dengan suaminya bertahan hingga pukul 18.20 WIB — menunjukkan rombongan masih terjangkau sinyal selama hampir empat jam sebelum akhirnya senyap.
Prabowo Instruksikan TNI AL Sejak Senin Malam
Presiden Prabowo Subianto langsung turun tangan. Presiden memerintahkan TNI Angkatan Laut ikut membantu pencarian sejak Senin malam. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyatakan instruksi langsung diberikan kepada KSAL.