MUI Lakukan Pengawasaan dan Pembinaan Terhadap Abah Setu yang Dinilai Telah Menghina Nabi
Lusi mahgriefie
Jum'at, 11 September 2026 - 19:04 WIB
Abah Setu menyatakan permintaan maaf karena telah menghina Nabi Muhammad SAW. Foto: istimewa
Kasus dugaan penghinaan terhadap Nabi Muhammad SAW yang dilakukan Pimpinan Majelis Dzikir Nurul Hikam, Asep Setiawan alias Abah Setu mendapat perhatian khusus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.
MUI memastikan akan melakukan pengawasan sekaligus pembinaan kepada Abah Setu, meskipun yang bersangkutan telah mengaku bersalah dan menyatakan permintaan maaf.
"Yang menjadi soal itu karena beliau melihat syariat dari kacamata hakekat, ya jelas tidak ketemu. Dan persoalan lainnya lagi karena itu kemudian diunggah menjadi konsumsi publik," kata Ketua MUI Kabupaten Bekasi Prof Mahmud di Cikarang, Kamis (10/9).
Di sisi lain, Mahmud menyatakan apresiasi sikap Abah Setu yang akhirnya mengakui kesalahan, meski sempat berkilah sebelumnya, serta bersedia meminta maaf kepada para ulama dan masyarakat secara umum.
Baca juga:Kontroversi Abah Setu, Viral Diduga Hina Nabi Muhammad
"Kami sampaikan apresiasi saat beliau legowo mengakui kekeliruan dan sampai bersedia menutup majelisnya. Bagi saya, memang kita tidak setuju dengan pemahamannya tapi jangan membenci orangnya, apalagi beliau sudah legowo dan mengaku kesalahan," katanya dilansir Antara, Jumat (11/9/2026).
Menyusul permintaan maaf tersebut, Mahmud menegaskan pihaknya akan melakukan pengawasan sekaligus pembinaan terhadap Abah Setu serta majelis taklim yang dipimpinnya. Hal ini dilakukan sebagai upaya untuk memastikan hal serupa tidak terulang kembali. Sebab, lanjutnya, persoalan yang menyangkut agama kerap menimbulkan hal sensitif di kalangan masyarakat.
MUI memastikan akan melakukan pengawasan sekaligus pembinaan kepada Abah Setu, meskipun yang bersangkutan telah mengaku bersalah dan menyatakan permintaan maaf.
"Yang menjadi soal itu karena beliau melihat syariat dari kacamata hakekat, ya jelas tidak ketemu. Dan persoalan lainnya lagi karena itu kemudian diunggah menjadi konsumsi publik," kata Ketua MUI Kabupaten Bekasi Prof Mahmud di Cikarang, Kamis (10/9).
Di sisi lain, Mahmud menyatakan apresiasi sikap Abah Setu yang akhirnya mengakui kesalahan, meski sempat berkilah sebelumnya, serta bersedia meminta maaf kepada para ulama dan masyarakat secara umum.
Baca juga:Kontroversi Abah Setu, Viral Diduga Hina Nabi Muhammad
"Kami sampaikan apresiasi saat beliau legowo mengakui kekeliruan dan sampai bersedia menutup majelisnya. Bagi saya, memang kita tidak setuju dengan pemahamannya tapi jangan membenci orangnya, apalagi beliau sudah legowo dan mengaku kesalahan," katanya dilansir Antara, Jumat (11/9/2026).
Menyusul permintaan maaf tersebut, Mahmud menegaskan pihaknya akan melakukan pengawasan sekaligus pembinaan terhadap Abah Setu serta majelis taklim yang dipimpinnya. Hal ini dilakukan sebagai upaya untuk memastikan hal serupa tidak terulang kembali. Sebab, lanjutnya, persoalan yang menyangkut agama kerap menimbulkan hal sensitif di kalangan masyarakat.