Austria Mulai Terapkan Larangan Jilbab bagi Siswi di Bawah 14 Tahun
Esti setiyowati
Jum'at, 11 September 2026 - 21:24 WIB
Austria Kembali Larang Jilbab di Sekolah, Kali Ini untuk Siswi di Bawah 14 Tahun. Foto: Pexels.
Austria mulai menerapkanlarangan penggunaan jilbab bagi siswi berusia di bawah 14 tahun pada tahun ajaran baru yang dimulai Senin (7/9/2026) lalu. Kebijakan tersebut mendapat penolakan dari organisasi Muslim di negara tersebut karena dinilai diskriminatif dan berpotensi menghadapi gugatan hukum.
Larangan jilbab di sekolah tersebut diusulkan oleh koalisi pemerintahan Austria yang terdiri dari tiga partai berhaluan tengah. Dilansir dari Reuters, Jumat (11/9/2026), pemerintah beralasan kebijakan itu dibuat untuk melindungi kebebasan anak perempuan.
Baca juga: Federasi Olahraga Kritik Larangan Hijab di Olimpiade Paris
Aturan tersebut disahkan parlemen Austria pada Desember lalu yang didukung oleh partai sayap kanan, Partai Kebebasan Austria (FPO).
Sementara, Partai Hijau, partai oposisi kiri di parlemen, menjadi satu-satunya yang menolak aturan tersebut.
Kelompok yang secara resmi mewakili umat Islam di Austria, Islamic Religious Community in Austria (IGGO), menilai larangan itu melanggar hak-hak dasar. Komunitas tersebut berencana akan membawa persoalan tersebut ke Mahkamah Konstitusi Austria.
Sebelumnya, Mahkamah Konstitusi menolak gugatan terhadap aturan itu pada Juli karena undang-undang tersebut belum berlaku pada saat itu.
Larangan jilbab di sekolah tersebut diusulkan oleh koalisi pemerintahan Austria yang terdiri dari tiga partai berhaluan tengah. Dilansir dari Reuters, Jumat (11/9/2026), pemerintah beralasan kebijakan itu dibuat untuk melindungi kebebasan anak perempuan.
Baca juga: Federasi Olahraga Kritik Larangan Hijab di Olimpiade Paris
Aturan tersebut disahkan parlemen Austria pada Desember lalu yang didukung oleh partai sayap kanan, Partai Kebebasan Austria (FPO).
Sementara, Partai Hijau, partai oposisi kiri di parlemen, menjadi satu-satunya yang menolak aturan tersebut.
Kelompok yang secara resmi mewakili umat Islam di Austria, Islamic Religious Community in Austria (IGGO), menilai larangan itu melanggar hak-hak dasar. Komunitas tersebut berencana akan membawa persoalan tersebut ke Mahkamah Konstitusi Austria.
Sebelumnya, Mahkamah Konstitusi menolak gugatan terhadap aturan itu pada Juli karena undang-undang tersebut belum berlaku pada saat itu.