home wirausaha syariah

Mengapa Rakyat tidak Punya Uang?

Senin, 14 September 2026 - 07:54 WIB
Mengapa Rakyat tidak Punya Uang?
Oleh: Prof Dr Bambang Setiaji

LANGIT7.ID-
Dalam buku Prabowo Subianto, Strategi Transformasi Bangsa (2023), dimuat tabel distribusi kekayaan bangsa berdasar riset dari Credit Swiss, disebutkan bahwa total kekayaan bersih rakyat 44.800 triliun, namun 10 persen terbawah dari rakyat kita justru minus, artinya jumlah utang lebih besar dari jumlah aset, dan 30 persen terbawah hanya memiliki kekayaan tersebut kurang dari 1 persen.

Distribusi Kekayaan Orang Indonesia, Pada Tahun 2021

Kelompok pendudukPorsi kekayaan
30% terbawah — kelompok 1–30,8%
30% bawah — kelompok 4–66,8%
30% menengah atas — kelompok 7–926,2%
10% terkaya — kelompok 1066,2%
TOTAL100,0%


Sumber Prabowo Subianto, 2023, Strategi Transformasi Bangsa.

Data itu menggambarkan jumlah uang dan aset riil khususnya tanah ditaksir nilainya 44.800 triliun, tetapi terdistribusi sangat menceng, di mana kelompok 10 persen teratas memiliki 66,2 persen kekayaan bersih, dan 30 persen terbawah hanya 0,8 persen. Kelompok 30 persen terbawah meliputi hampir 100 juta penduduk.

Pengusaha yang melayani rakyat sangat merasakan bahwa rakyat bawah tidak memiliki daya beli. Pengusaha lah yang berhadapan langsung dengan rakyat, terutama pengusaha untuk kebutuhan dasar. Pengusaha kebutuhan dasar berhadapan langsung dengan rakyat. Pengusaha apa saja yang bisa merasakan hal ini, tentu saja bahan pangan, bahan bahan mentah dan bahan matang yaitu warung warung rakyat. Selanjutnya pengusaha perumahan rakyat perumahan murah dengan harga di bawah 200 juta bahkan di bawah 100 juta rupiah.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya