home masjid

Tafsir Al-Baqarah Ayat 42: Larangan Campur dan Sembunyikan Kebenaran

Senin, 14 September 2026 - 08:06 WIB
Tafsir Al-Baqarah Ayat 42: Larangan Campur dan Sembunyikan Kebenaran
Surat Al-Baqarah ayat 42 hadir sebagai kelanjutan dari rangkaian seruan Allah ﷻ kepada Bani Israil. Setelah pada ayat-ayat terdahulu Allah mengingatkan mereka akan limpahan nikmat serta janji yang telah diambil, ayat ini menetapkan larangan tegas terhadap dua perbuatan tercela, yakni mencampuradukkan kebenaran dengan kebatilan serta menyembunyikan kebenaran padahal mereka mengetahuinya.

وَلَا تَلْبِسُوا۟ ٱلْحَقَّ بِٱلْبَٰطِلِ وَتَكْتُمُوا۟ ٱلْحَقَّ وَأَنتُمْ تَعْلَمُونَ

Dan janganlah kamu campur adukkan yang hak dengan yang bathil dan janganlah kamu sembunyikan yang hak itu, sedang kamu mengetahui. (QS. Al-Baqarah: 42).

Kehadiran ayat ini sangat penting karena berhasil menyingkap tabiat sebagian Ahli Kitab yang secara sengaja memanipulasi kebenaran demi meraup keuntungan duniawi semata.

Mengenai keserasian antarayat, al-Biqāʿī menukil pandangan al-Ḥarālī yang menjelaskan bahwa konteks ayat ini disusun dengan struktur pembuka yang khusus lalu diakhiri dengan penutup berjangkauan umum. Larangan ini diawali dari teguran khusus kepada Bani Israil agar tidak mencampuradukkan kebenaran serta menyembunyikannya. Namun, penutup pesan ini dirancang secara universal agar firman Allah ﷻ senantiasa selaras dengan karakter dakwah Nabi Muhammad ﷺ dan para rasul terdahulu.

Melalui struktur tersebut, ancaman larangan memanipulasi kebenaran berlaku bagi siapa saja yang melakukannya, baik dari kalangan generasi terdahulu maupun generasi yang akan datang. Pada penggalan awal yang berbunyi wa lā talbisū al-ḥaqqa bi al-bāṭil, Allah ﷻ menegaskan larangan mencampurkan kebenaran dengan kebatilan.

Al-Ṭabarī memperjelas secara etimologi bahwa kata al-labs bermakna al-khalṭ atau tindakan mencampuradukkan sesuatu hingga kabur kejelasannya. Dalam penafsiran lain, Ibn Katsīr menegaskan bahwa larangan ini ditujukan atas tindakan sengaja kaum Yahudi yang kerap melakukan pemalsuan, penyamaran, serta penampakan kebatilan untuk menutupi kebenaran yang ada.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya