Hadapi Tantangan Haji 2027, Menhaj Irfan Yusuf Tekankan Integritas dan Efisiensi
Tim langit 7
Kamis, 17 September 2026 - 14:32 WIB
Hadapi Tantangan Haji 2027, Menhaj Irfan Yusuf Tekankan Integritas dan Efisiensi
LANGIT7.ID-Jakarta; Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Republik Indonesia Mochammad Irfan Yusuf menegaskan pentingnya menjaga integritas dan amanah seluruh jajaran Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) dalam menjalankan program serta mengelola anggaran, khususnya menghadapi tantangan penyelenggaraan haji dan umrah tahun 2027.
Hal tersebut disampaikan Menhaj saat memberikan arahan pada kegiatan Evaluasi Program dan Anggaran Tahun 2026 serta Persiapan Pagu Alokasi Anggaran Tahun 2027 Satuan Kerja Pusat dan Daerah Kementerian Haji dan Umrah RI, di Surabaya, Rabu (16/9).
Menhaj menyampaikan bahwa berbagai program tahun 2026 yang telah dilaksanakan perlu dievaluasi secara menyeluruh sebagai pijakan untuk memperbaiki pelaksanaan program dan penyusunan anggaran tahun 2027. Menurutnya, tantangan tahun depan akan semakin besar, terlebih di tengah kondisi ekonomi dunia yang penuh tekanan.
“2026 sudah kita lalui. Alhamdulillah, puji syukur. Tetapi 2027 tantangannya lebih besar. Kondisi ekonomi dunia juga tidak mudah. Karena itu, kita harus semakin cermat, semakin efisien, dan semakin menjaga amanah,” ujar Menhaj dikutip Kamis (17/9/2026).
Menhaj menegaskan bahwa evaluasi tidak boleh hanya berorientasi pada tingkat penyerapan anggaran. Hal yang lebih penting adalah memastikan setiap program akuntabel, meningkatkan kualitas pelayanan dan pembinaan, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan jemaah.
Untuk penyusunan anggaran 2027, Menhaj meminta seluruh satuan kerja mengusulkan anggaran berdasarkan kebutuhan, bukan keinginan. Perencanaan harus dimulai dari kebutuhan jemaah, peningkatan kualitas pelayanan, inovasi, pembinaan, serta penguatan peliindungan jemaah.
“Jangan karena tahun sebelumnya ada, kemudian tahun berikutnya harus ada lagi. Mulailah dari apa yang dibutuhkan jemaah, pelayanan apa yang harus kita tingkatkan, dan target apa yang ingin dicapai. Setelah itu, baru kita hitung anggaran yang benar-benar dibutuhkan,” tegasnya.
Hal tersebut disampaikan Menhaj saat memberikan arahan pada kegiatan Evaluasi Program dan Anggaran Tahun 2026 serta Persiapan Pagu Alokasi Anggaran Tahun 2027 Satuan Kerja Pusat dan Daerah Kementerian Haji dan Umrah RI, di Surabaya, Rabu (16/9).
Menhaj menyampaikan bahwa berbagai program tahun 2026 yang telah dilaksanakan perlu dievaluasi secara menyeluruh sebagai pijakan untuk memperbaiki pelaksanaan program dan penyusunan anggaran tahun 2027. Menurutnya, tantangan tahun depan akan semakin besar, terlebih di tengah kondisi ekonomi dunia yang penuh tekanan.
“2026 sudah kita lalui. Alhamdulillah, puji syukur. Tetapi 2027 tantangannya lebih besar. Kondisi ekonomi dunia juga tidak mudah. Karena itu, kita harus semakin cermat, semakin efisien, dan semakin menjaga amanah,” ujar Menhaj dikutip Kamis (17/9/2026).
Menhaj menegaskan bahwa evaluasi tidak boleh hanya berorientasi pada tingkat penyerapan anggaran. Hal yang lebih penting adalah memastikan setiap program akuntabel, meningkatkan kualitas pelayanan dan pembinaan, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan jemaah.
Untuk penyusunan anggaran 2027, Menhaj meminta seluruh satuan kerja mengusulkan anggaran berdasarkan kebutuhan, bukan keinginan. Perencanaan harus dimulai dari kebutuhan jemaah, peningkatan kualitas pelayanan, inovasi, pembinaan, serta penguatan peliindungan jemaah.
“Jangan karena tahun sebelumnya ada, kemudian tahun berikutnya harus ada lagi. Mulailah dari apa yang dibutuhkan jemaah, pelayanan apa yang harus kita tingkatkan, dan target apa yang ingin dicapai. Setelah itu, baru kita hitung anggaran yang benar-benar dibutuhkan,” tegasnya.