LANGIT7.ID-Jakarta; Sekretaris Jenderal Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Republik Indonesia Teguh Dwi Nugroho menegaskan bahwa evaluasi program dan anggaran tahun 2026 menjadi langkah strategis untuk memperkuat tata kelola anggaran, efektivitas program, dan akuntabilitas pengelolaan keuangan negara dalam penyusunan anggaran tahun 2027.
Teguh mengatakan, evaluasi 2026 menjadi dasar untuk melihat capaian, mengidentifikasi kendala, dan memperbaiki perencanaan program serta anggaran 2027. Menurutnya, hasil evaluasi harus menjadi pijakan agar postur anggaran ke depan semakin realistis, efektif, dan sesuai dengan kebutuhan pelaksanaan tugas serta pelayanan kepada jemaah.
“Evaluasi ini menjadi dasar yang lebih kuat untuk menyusun postur anggaran 2027. Kita harus melihat apa yang sudah berjalan, apa yang masih menjadi kendala, dan apa yang harus diperbaiki,” ujar Teguh saat memberikan arahan melalui sambungan Zoom dalam agenda Evaluasi Program dan Anggaran Tahun 2026 serta Persiapan Pagu Alokasi Anggaran Tahun 2027 Kementerian Haji dan Umrah RI, dikutip Kamis (17/9/2026).
Dalam pelaksanaan anggaran 2026, Teguh menyampaikan bahwa penyerapan belum maksimal. Salah satu tantangannya berkaitan dengan proses pencairan dana dan waktu tersedianya sebagian anggaran yang bersumber dari Anggaran Belanja Tambahan (ABT), yang turut memengaruhi waktu pelaksanaan program.
Meski demikian, Teguh menegaskan bahwa capaian anggaran harus dilihat bersama dengan capaian kinerja. Ia menyampaikan bahwa penyelenggaraan haji 2026 tetap menunjukkan peningkatan dari sisi kualitas pelayanan kepada jemaah.
“Yang kita lihat bukan hanya berapa besar anggaran yang terserap, tetapi juga apa yang dihasilkan. Alhamdulillah, kualitas pelayanan haji 2026 tetap meningkat. Ini harus menjadi pijakan untuk terus melakukan perbaikan,” katanya.
Untuk sisa tahun anggaran 2026, Teguh meminta seluruh satuan kerja menyusun strategi taktis agar pelaksanaan program dan penyerapan anggaran dapat berjalan optimal, tepat sasaran, serta tetap akuntabel.
Sementara untuk tahun 2027, penyusunan anggaran akan diarahkan pada kebutuhan strategis Kementerian Haji dan Umrah, dengan titik berat pada transformasi kelembagaan dan digitalisasi layanan haji dan umrah. Penyusunannya dilakukan secara bottom up, dengan memperhatikan kebutuhan nyata satuan kerja dan peningkatan kualitas pelayanan kepada jemaah.
Dalam persiapan haji tahun 2027, Kementerian Haji dan Umrah juga akan menyusun strategi bersama para pemangku kepentingan, termasuk memperkuat perhatian pada istithaah kesehatan jemaah.
“Anggaran 2027 harus menjawab kebutuhan nyata di lapangan. Kita ingin perencanaan yang lebih kuat, pelaksanaan yang lebih efektif, dan setiap anggaran memberikan manfaat nyata bagi peningkatan pelayanan haji dan umrah,” pungkas Teguh.
Kegiatan Evaluasi Program dan Anggaran Tahun 2026 serta Persiapan Pagu Alokasi Anggaran Tahun 2027 ini diikuti 285 peserta dari satuan kerja pusat dan daerah, termasuk Kantor Wilayah, Unit Pelaksana Teknis Asrama Haji, serta Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten/Kota. Melalui kegiatan tersebut, Kementerian Haji dan Umrah menargetkan tersusunnya strategi taktis optimalisasi pelaksanaan dan penyerapan anggaran pada sisa tahun 2026 serta postur anggaran 2027 yang lebih efektif, akuntabel, dan berbasis kebutuhan.
(lam)