PLN dan Pelindo Resmikan OPS Tanjung Priok, BBM Kapal Hemat hingga 60 Persen
Tim langit 7
Kamis, 17 September 2026 - 17:07 WIB
PLN dan Pelindo Resmikan OPS Tanjung Priok, BBM Kapal Hemat hingga 60 Persen
LANGIT7.ID-Jakarta; PT PLN (Persero) bersama PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) meresmikan dua unit _Onshore Power Supply_ (OPS) dengan total kapasitas 1 megavolt ampere (MVA) di Dermaga Serbaguna Nusantara (DSN), Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, pada Rabu (16/9). Fasilitas ini menjadi unit pertama dari program pengembangan 24 unit OPS di Tanjung Priok sebagai bagian dari sinergi kedua pihak dalam mendukung efisiensi dan dekarbonisasi sektor maritim.
Dua unit OPS yang dibangun dan dioperasikan oleh PT Energi Pelabuhan Indonesia (EPI), perusahaan patungan (_joint venture_) antara PT PLN Electricity Services dan PT Pelindo Jasa Maritim tersebut masing-masing berkapasitas 500 kilovolt ampere (kVA). Fasilitas ini memungkinkan kapal yang sedang bersandar mematikan mesin diesel dan beralih menggunakan pasokan listrik yang lebih efisien dan bersih dari darat.
Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo menyampaikan bahwa penyediaan listrik bagi fasilitas _Onshore Power Supply_ (OPS) selaras dengan asta cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam mendorong dekarbonisasi industri sebagai bagian dari transformasi menuju pembangunan berkelanjutan di sektor maritim melalui pengembangan _Green Port_. Upaya ini menjadi penting, mengingat sektor maritim turut menyumbang emisi gas rumah kaca global, sementara sebagian besar emisi kapal di pelabuhan berasal dari penggunaan mesin diesel selama proses sandar.
“Kehadiran fasilitas OPS di Tanjung Priok menjadi solusi untuk mengurangi emisi dari kapal selama bersandar di pelabuhan. Melalui OPS, kebutuhan listrik kapal dapat dipenuhi dari sumber listrik di darat, sehingga penggunaan mesin diesel dapat ditekan. Langkah ini menjadi bagian dari upaya PLN mendukung dekarbonisasi sektor maritim sekaligus mendorong terwujudnya ekosistem pelabuhan yang lebih hijau dan berkelanjutan,” ujar Darmawan.
Dirinya menambahkan, penyediaan listrik untuk fasilitas OPS menunjukkan kesiapan infrastruktur kelistrikan PLN dalam mendukung kebutuhan energi di kawasan pelabuhan. Dukungan tersebut sekaligus memperkuat elektrifikasi sektor maritim yang membutuhkan pasokan listrik andal untuk menunjang kegiatan operasional kapal selama berada di pelabuhan.
“Dukungan kelistrikan yang andal merupakan salah satu komitmen PLN dalam mengakomodir kebutuhan energi bersih di kawasan pelabuhan maupun industri skala besar. Ini adalah bentuk sinergi BUMN (Badan Usaha Milik Negara) dalam mendukung transformasi sektor kepelabuhan melalui pemanfaatan energi domestik, sekaligus mendorong produktivitas melalui penghematan para pelaku usaha di bidang maritim dan mengoptimalkan aktivitas pelabuhan,” ucap Darmawan.
Direktur Utama PT Pelindo (Persero), Achmad Muchtasyar mengatakan, pengoperasian OPS menjadi bagian penting dalam mendorong transformasi kawasan pelabuhan menuju operasional yang lebih hijau dan efisien. Menurutnya, pemanfaatan listrik dari darat juga turut mendukung terciptanya ekosistem pelabuhan yang lebih produktif dan berkelanjutan.
Dua unit OPS yang dibangun dan dioperasikan oleh PT Energi Pelabuhan Indonesia (EPI), perusahaan patungan (_joint venture_) antara PT PLN Electricity Services dan PT Pelindo Jasa Maritim tersebut masing-masing berkapasitas 500 kilovolt ampere (kVA). Fasilitas ini memungkinkan kapal yang sedang bersandar mematikan mesin diesel dan beralih menggunakan pasokan listrik yang lebih efisien dan bersih dari darat.
Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo menyampaikan bahwa penyediaan listrik bagi fasilitas _Onshore Power Supply_ (OPS) selaras dengan asta cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam mendorong dekarbonisasi industri sebagai bagian dari transformasi menuju pembangunan berkelanjutan di sektor maritim melalui pengembangan _Green Port_. Upaya ini menjadi penting, mengingat sektor maritim turut menyumbang emisi gas rumah kaca global, sementara sebagian besar emisi kapal di pelabuhan berasal dari penggunaan mesin diesel selama proses sandar.
“Kehadiran fasilitas OPS di Tanjung Priok menjadi solusi untuk mengurangi emisi dari kapal selama bersandar di pelabuhan. Melalui OPS, kebutuhan listrik kapal dapat dipenuhi dari sumber listrik di darat, sehingga penggunaan mesin diesel dapat ditekan. Langkah ini menjadi bagian dari upaya PLN mendukung dekarbonisasi sektor maritim sekaligus mendorong terwujudnya ekosistem pelabuhan yang lebih hijau dan berkelanjutan,” ujar Darmawan.
Dirinya menambahkan, penyediaan listrik untuk fasilitas OPS menunjukkan kesiapan infrastruktur kelistrikan PLN dalam mendukung kebutuhan energi di kawasan pelabuhan. Dukungan tersebut sekaligus memperkuat elektrifikasi sektor maritim yang membutuhkan pasokan listrik andal untuk menunjang kegiatan operasional kapal selama berada di pelabuhan.
“Dukungan kelistrikan yang andal merupakan salah satu komitmen PLN dalam mengakomodir kebutuhan energi bersih di kawasan pelabuhan maupun industri skala besar. Ini adalah bentuk sinergi BUMN (Badan Usaha Milik Negara) dalam mendukung transformasi sektor kepelabuhan melalui pemanfaatan energi domestik, sekaligus mendorong produktivitas melalui penghematan para pelaku usaha di bidang maritim dan mengoptimalkan aktivitas pelabuhan,” ucap Darmawan.
Direktur Utama PT Pelindo (Persero), Achmad Muchtasyar mengatakan, pengoperasian OPS menjadi bagian penting dalam mendorong transformasi kawasan pelabuhan menuju operasional yang lebih hijau dan efisien. Menurutnya, pemanfaatan listrik dari darat juga turut mendukung terciptanya ekosistem pelabuhan yang lebih produktif dan berkelanjutan.