home masjid

Kunci Menghadapi Ujian Hidup Lewat Sabar dan Shalat

Jum'at, 18 September 2026 - 06:27 WIB
Kunci Menghadapi Ujian Hidup Lewat Sabar dan Shalat
Surat Al-Baqarah ayat 45 memuat seruan langsung dari Allah SWT kepada Bani Israil—sekaligus petunjuk universal bagi seluruh umat manusia—untuk menjadikan sabar dan shalat sebagai sarana utama dalam memohon pertolongan. Perintah ini diturunkan di tengah rangkaian nasihat agar mereka mengimani Al-Qur'an serta mengikut ajaran Nabi Muhammad SAW. Dalam konteks kehidupan yang lebih luas, perintah ini menegaskan prinsip fundamental bagi setiap mukmin dalam mengarungi berbagai cobaan dan beban ketaatan.

وَٱسْتَعِينُوا۟ بِٱلصَّبْرِ وَٱلصَّلَوٰةِ ۚ وَإِنَّهَا لَكَبِيرَةٌ إِلَّا عَلَى ٱلْخَٰشِعِينَ

Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu', (QS. Al-Baqarah: 45).

Sebagaimana diriwayatkan dari Muqatil bin Hayyan, seruan ini menekankan pentingnya meminta pertolongan demi meraih kebahagiaan akhirat melalui kesabaran menjalankan kewajiban serta mendirikan shalat. Dari sudut pandang tafsir, ayat ini memiliki keterikatan yang sangat erat dengan ikrar Iyyaka nasta'in dalam Surah Al-Fatihah. Hal tersebut menandakan bahwa permohonan bantuan kepada Allah secara konkret diwujudkan melalui pengamalan sabar dan shalat.

Makna sabar dalam penggalan ayat ini berakar pada ketahanan jiwa untuk menekan hawa nafsu demi menunaikan ketaatan. Imam at-Tabari menjelaskan bahwa sabar mencakup kerelaan meninggalkan kesenangan duniawi dan ambisi kepemimpinan demi tunduk sepenuhnya pada perintah Allah dan Rasul-Nya. Istilah sabar ini juga yang menjadi alasan mengapa puasa Ramadhan disebut sebagai ibadah kesabaran, karena orang yang berpuasa mampu menahan diri dari nafsu makan dan minum.

Para ulama memiliki beberapa pandangan terkait cakupan makna kesabaran tersebut. Sahabat Mujahid memandang bahwa sabar dalam ayat ini merujuk secara khusus pada ibadah puasa, karena puasa mendidik seseorang untuk zuhud terhadap dunia, sementara shalat menumbuhkan kerinduan pada akhirat.

Pandangan ini juga didukung oleh riwayat yang menyebutkan bahwa puasa adalah separuh dari kesabaran. Kendati demikian, ulama lain memperluas maknanya sebagai bentuk penahanan diri dari perbuatan maksiat dan keteguhan dalam menunaikan seluruh kewajiban agama.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya