LANGIT7.ID-Jakarta; Hoffenheim melaju ke kompetisi Eropa setelah menutup musim lalu dengan performa gemilang. Menempati posisi kelima, TSG Hoffenheim kini bersiap menjalani kiprah di Europa League dengan target yang cukup jelas: memenangkan pertandingan fase gugur untuk pertama kalinya dalam sejarah klub.
Menariknya, musim ini menjadi kali kelima Hoffenheim tampil di kompetisi internasional. Meski demikian, klub asal Kraichgau tersebut tidak datang ke Europa League dengan rasa gentar.
Direktur olahraga Hoffenheim, Andreas Schicker (40), mengatakan kepada SPORT BILD bahwa klubnya ingin setidaknya menembus 24 besar sehingga bisa melanjutkan perjalanan ke babak berikutnya.
"Jelas akan menyenangkan jika kami sebagai TSG Hoffenheim bisa masuk 24 besar, atau setidaknya lolos satu putaran. Dalam sejarah, kami belum pernah memenangkan pertandingan fase gugur, dan itu tentu menjadi sebuah target," ujar Schicker.
Namun, perjalanan Hoffenheim di Europa League musim ini tidak akan mudah. Berdasarkan hasil undian fase liga, tim asuhan Christian Ilzer akan menghadapi Olympique Lyon, Olympiakos Piräus, Ferencvaros, RSC Anderlecht, Sturm Graz, OFI Kreta, Besiktas Istanbul, dan Crystal Palace.
Hoffenheim juga harus membagi fokus karena musim ini mereka tampil di tiga kompetisi. Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan mengenai kompetisi mana yang menjadi prioritas klub, antara Bundesliga, Piala, atau Europa League.
Schicker menegaskan Bundesliga tetap menjadi rutinitas utama Hoffenheim. Namun, klub juga tidak akan mengesampingkan kompetisi lainnya.
"Bundesliga adalah keseharian olahraga kami, karena ada 34 pertandingan. Penting bagi kami untuk kembali menunjukkan performa yang bagus di sana. Di Europa League, akan menyenangkan jika pada akhirnya kami bisa mendapatkan lebih dari delapan pertandingan fase liga ini. Itu akan sangat bagus. Namun, bagi kami setiap kompetisi, termasuk Piala setelah kemenangan di putaran pertama, memiliki nilai yang sama dengan Europa League. Kami sekarang tidak akan lebih mengutamakan atau mengesampingkan satu kompetisi dibandingkan yang lain," kata Schicker.
Hoffenheim juga melakukan sejumlah penguatan selama jeda musim panas. Mereka mendatangkan talenta Belgia Nathan De Cat (18), bintang Bundesliga Patrick Wimmer (25) dari VfL Wolfsburg, serta bek kiri menjanjikan Mats Rots (20) dari klub Belanda Twente Enschede.
Selain itu, Hoffenheim masih bisa mengandalkan salah satu pencetak gol dan pemberi assist terbaik mereka setelah transfer Fisnik Asllani (24) ke RB Leipzig gagal pada detik-detik terakhir.
Memperkuat kedalaman skuad menjadi salah satu fokus utama Schicker pada bursa transfer kali ini. Padatnya jadwal pertandingan membuat Hoffenheim membutuhkan lebih banyak pilihan pemain di dalam skuad.
"Itu juga menjadi salah satu fokus utama dalam perencanaan skuad. Akan ada banyak pertandingan yang harus kami jalani. Karena itu, penting bagi kami untuk memiliki kedalaman skuad yang sesuai. Saya pikir kami berhasil melakukannya dengan baik," tutur Schicker.
Setelah tampil luar biasa pada musim lalu dan berhasil mengamankan tiket kompetisi Eropa, muncul pertanyaan apakah Hoffenheim kini ingin menjadikan kelolosan ke kompetisi internasional sebagai target rutin setiap musim.
Schicker memilih tidak memasang target setinggi itu. Menurut dia, Hoffenheim tidak bisa menganggap tiket kompetisi Eropa sebagai sesuatu yang otomatis diraih setiap musim, terlebih karena keikutsertaan di Europa League akan menambah jumlah pertandingan yang harus dijalani.
"Kami sekarang tidak akan mengatakan bahwa lolos ke kompetisi internasional menjadi target tetap setiap tahun, karena kami tahu Europa League akan menambah lebih banyak pertandingan. Sebagai TSG Hoffenheim, kami tidak bisa begitu saja menganggap hal itu akan terjadi sebelumnya. Jika pada akhirnya hal itu kembali terjadi, berarti kami sekali lagi telah menjalani musim yang sangat, sangat bagus," ujar Schicker.
(lam)