home sosok muslim

Profil Ustadz Nidlol Masyhud, Akademisi Hadis dan Akidah

Jum'at, 18 September 2026 - 17:41 WIB
Profil Ustadz Nidlol Masyhud, Akademisi Hadis dan Akidah. Foto: Istimewa.

Ustadz Nidlol Masyhud dikenal luas sebagai seorang ulama muda, akademisi, sekaligus peneliti yang mendedikasikan hidupnya dalam dakwah Islam ilmiah. KehadiranUstadz Nidlol di tengah masyarakat memberikan warna tersendiri melalui penyampaian materi yang sistematis, berkedalaman riset, serta berbasis pada kutubut turats (literatur klasik). Karakteristik dakwahnya sangat menonjol pada pendalaman dua fondasi utama ajaran Islam, yakni ilmu hadis (ulumul hadits) dan akidah Islamiyah.

Jejak pendidikan dasar Ustadz Nidlol ditempuh di Gresik melalui pendidikan ganda di SDN II Petung dan MI Islamiyah Mojopetung (1989–1995), sebelum melanjutkan ke MTs Maskumambang (1995–1998). Pondasi keilmuan agamanya semakin ditempa saat menempuh pendidikan formal di MAKN Surakarta (1998–2001). Pendidikan tingkat menengah ini menjadi pijakan kokoh yang mengantarkannya mendalami ilmu-ilmu syariat secara lebih mendalam ke pusat keilmuan Islam dunia di Timur Tengah.

Perjalanan akademis tingkat tinggi Ustadz Nidlol diukir di Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir, pada Fakultas Ushuluddin jurusan Hadis (2001–2005). Pada dua tahun pertama di Al-Azhar, ia menimba ilmu-ilmu dasar Ushuluddin secara umum yang mencakup Akidah, Al-Qur'an, Hadis, dan Dakwah, sebelum akhirnya mengambil spesialisasi mendalam di Jurusan Hadis pada dua tahun berikutnya. Ustadz Nidlol kemudian menyelesaikan program Tamhidi S2 di Al-Azhar hingga meraih gelar Diploma (Dpl.), dan saat ini sedang menyelesaikan penulisan tesis S2 di bidang Ilmu Hadis pada UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

Pertumbuhan keilmuan Ustadz Nidlol dibentuk oleh para ulama bereputasi tinggi, baik dari dalam maupun luar negeri. Di awal masa belajarnya, ia menimba ilmu dari para ulama Indonesia, salah satunya KH Nadjih Ahjad rahimahullah (penulis kitab At-Tibyan). Adapun guru ulama Arab pertama yang mendidik beliau pada tahun 2001 saat mulai menginjakkan kaki di Kairo adalah Syaikh Ghunaiman hafizhahullah. Pengalaman keilmuan di Kairo semakin kaya karena sempat dipercaya menjadi guru Bahasa Indonesia bagi warga Mesir serta menjadi penerjemah untuk situs-situs keislaman berbahasa Arab.

Penguasaan mendalam di bidang ilmu hadis menjadikan Ustadz Nidlol sangat teliti dalam meneliti silsilah perawi, kualitas matan, dan validitas riwayat. Keahlian riwayah dan dirayah ini menjadi sarana penting untuk memilah antara hadis shahih, dhaif, maupun maudhu' (palsu) di tengah derasnya arus informasi modern. Melalui keahlian ini, beliau membimbing umat agar senantiasa beragama di atas pijakan dalil-dalil yang otentik dan teruji keabsahannya.

Baca Juga:Mengenal Syekh al-Albani: Riwayat Hidup dan Warisan Hadits

Selain pakar dalam ilmu hadis, Ustadz Nidlol memiliki pemahaman mendalam di bidang akidah. Secara khusus, beliau sangat menguasai karya-karya dan pemikiran Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah, salah satu rujukan utama dalam purifikasi akidah Islam. Integrasi antara metodologi krtitis hadis dan ketajaman analisis akidah Ibnu Taimiyah membuat setiap penjelasan beliau mengenai tauhid dan keimanan menjadi sangat rasional, kokoh, dan berakar kuat pada tradisi salafush shalih.

Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya