Tafsir Ali 'Imran Ayat 3: Al-Qur'an Sebagai Hakim Taurat dan Injil
Ayat ketiga dari Surat Āli ʿImrān hadir sebagai kelanjutan logis dari dua ayat sebelumnya yang menegaskan keesaan Allah ﷻ melalui firman-Nya alif lām mīm dan Allāhu lā ilāha illā huwa al-ḥayy al-qayyūm. Ayat ini menguraikan manifestasi konkret dari sifat rubūbiyyah Allah, yakni penurunan wahyu berupa kitab-kitab suci kepada para rasul-Nya.
Kedudukan ayat ini sangat penting dikaji karena menjadi pijakan utama akidah seorang Muslim terhadap wahyu Ilahi—yaitu mengimani Al-Qur'an sebagai kitab pamungkas yang mengonfirmasi kebenaran kitab-kitab terdahulu, sekaligus meyakini Taurat dan Injil sebagai wahyu dari Allah.
Imam al-Baghawī dalam Maʿālim al-Tanzīl mencatat bahwa rangkaian awal surah ini diturunkan merespons kedatangan 60 rombongan delegasi Nasrani dari Najrān yang dipimpin oleh tiga tokoh kunci: al-ʿĀqib (ʿAbd al-Masīḥ), al-Sayyid (al-Ayham), dan Abū Ḥāriṡah bin ʿAlqamah selaku uskup. Latar belakang historis ini menjadi kunci untuk memahami penegasan Al-Qur'an dalam membenarkan kitab-kitab terdahulu, mengingat perdebatan utama antara Nabi Muhammad ﷺ dan delegasi Najrān berkisar pada keabsahan Al-Qur'an serta hubungannya dengan Taurat dan Injil.
نَزَّلَ عَلَيْكَ الْكِتَابَ بِالْحَقِّ
“Dia menurunkan Al-Kitab (Al-Qur'an) kepadamu dengan sebenarnya.”
Diksi nazzala (menggunakan tasydīd) mengindikasikan proses penurunan wahyu secara berangsur-angsur (tanjīm), berbeda dengan bentuk anzala yang digunakan untuk Taurat dan Injil pada penggalan berikutnya. Imam al-Ṭabarī dalam Jāmiʿ al-Bayān menjelaskan bahwa frasa al-kitāb merujuk pada Al-Qur'an, sedangkan bil-ḥaqq menegaskan fungsinya sebagai pemutus perselisihan.
Allah ﷻ berfirman melaluinya: Wahai Muhammad, sesungguhnya Tuhanmu, Tuhan ʿĪsā, dan Tuhan seluruh alam adalah Tuhan yang menurunkan Al-Kitab (Al-Qur'an) kepadamu bil-ḥaqq—yakni membawa kebenaran mutlak untuk memutuskan perkara yang diperselisihkan oleh penganut Taurat dan Injil, serta menyelesaikan perdebatanmu dengan kaum Nasrani Najrān maupun kaum musyrikin lainnya.