Iran Menolak Tuduhan AS sebagai Penyebab Kenaikan Bahan Bakar
Lusi mahgriefie
Selasa, 22 September 2026 - 19:21 WIB
Iran Menolak Tuduhan AS sebagai Penyebab Kenaikan Bahan Bakar
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei, menolak upaya Amerika Serikat (AS) untuk menyalahkan Iran atas kenaikan harga bahan bakar. Iran juga menyatakan bahwa Washington berusaha menghindari tanggung jawab atas konsekuensi agresi militernya terhadap Iran.
Dalam sebuah unggahan di akun X-nya, Baqaei mengatakan bahwa menyalahkan Iran atas kenaikan harga bahan bakar berarti mengabaikan pihak yang memulai perang agresi serta pihak yang tindakannya memicu krisis di sekitar Selat Hormuz dan gangguan terhadap pelayaran komersial.
"Para pejabat AS menyalahkan Iran atas kenaikan harga bahan bakar, seolah-olah ingatan publik begitu pendek hingga lupa siapa sebenarnya yang memulai perang agresi, dan tindakan siapa yang memicu krisis yang berujung pada penutupan Selat Hormuz serta terganggunya pelayaran komersial," tulis juru bicara Iran tersebut.
Baca juga:AS-Israel-Arab Gelar Pertemuan Rahasia di Jerman, Demi Mendapat Lampu Hijau untuk Serang Iran
Namun, lanjut Baqaei, ini bukanlah taktik baru. Ia mencontohkan pada tahun 1939, Hitler juga melakukan hal serupa dengan melabeli invasinya ke Polandia sebagai tindakan defensif.
"Ketika pihak yang memicu 'perang pilihan' yang melanggar hukum justru menyalahkan korbannya atas dampak yang timbul, apakah hal ini patut dipandang sebagai 'kecemerlangan strategis', ataukah ini sekadar gejala klasik dari 'The March of Folly' (tindakan bodoh yang membawa bencana)?" tanyanya.
Militer Iran Menembak Jatuh Drone AS
Dalam sebuah unggahan di akun X-nya, Baqaei mengatakan bahwa menyalahkan Iran atas kenaikan harga bahan bakar berarti mengabaikan pihak yang memulai perang agresi serta pihak yang tindakannya memicu krisis di sekitar Selat Hormuz dan gangguan terhadap pelayaran komersial.
"Para pejabat AS menyalahkan Iran atas kenaikan harga bahan bakar, seolah-olah ingatan publik begitu pendek hingga lupa siapa sebenarnya yang memulai perang agresi, dan tindakan siapa yang memicu krisis yang berujung pada penutupan Selat Hormuz serta terganggunya pelayaran komersial," tulis juru bicara Iran tersebut.
Baca juga:AS-Israel-Arab Gelar Pertemuan Rahasia di Jerman, Demi Mendapat Lampu Hijau untuk Serang Iran
Namun, lanjut Baqaei, ini bukanlah taktik baru. Ia mencontohkan pada tahun 1939, Hitler juga melakukan hal serupa dengan melabeli invasinya ke Polandia sebagai tindakan defensif.
"Ketika pihak yang memicu 'perang pilihan' yang melanggar hukum justru menyalahkan korbannya atas dampak yang timbul, apakah hal ini patut dipandang sebagai 'kecemerlangan strategis', ataukah ini sekadar gejala klasik dari 'The March of Folly' (tindakan bodoh yang membawa bencana)?" tanyanya.
Militer Iran Menembak Jatuh Drone AS