home edukasi & pesantren

Fasli Jalal Harap PKBM Rangkul Anak Putus Sekolah hingga Pekerja Anak

Selasa, 22 September 2026 - 20:39 WIB
Fasli Jalal Harap PKBM Rangkul Anak Putus Sekolah hingga Pekerja Anak. Foto: Istimewa.
Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) atau pendidikan nonformal terus mengukuhkan perannya sebagai jalur alternatif fleksibel dan berkeadilan bagi anak-anak yang belum beruntung dalam sistem pendidikan formal.

PKBM kini secara terbuka merangkul anak-anak putus sekolah, korban perundungan (bullying), anak-anak dari keluarga kurang mampu, hingga mereka yang terpaksa bekerja di usia dini. Selaras dengan itu, PKBM Pelindo Prestasi berkesempatan menerima kehadiran Wakil Menteri Pendidikan (2010-2011) Fasli Jalal, Selasa (22/9/2026).

Menurut dia, dalam mendidik anak PKBM didorong pendekatan pembelajaran yang tidak kaku, kontekstual, dan berorientasi hands-on (praktek langsung), PKBM dinilai menjadi wadah yang paling cocok untuk mengakomodasi kebutuhan unik para peserta didiknya. Pembelajaran berdurasi fleksibel serta penyesuaian dengan minat individual siswa menjadi keunggulan utama dalam sistem nonformal ini.

"Dorong Pemanfaatan Teknologi dan AIDalam menghadapi perkembangan zaman, investasi pada penguasaan teknologi menjadi kunci utama kemajuan PKBM," jelas dia.

Ia memaparkan, para tutor didorong untuk mengenalkan teknologi, termasuk pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), kepada para murid.

Penggunaan AI dinilai mampu membantu siswa menyerap informasi secara lebih efisien dan mandiri sesuai kecepatan belajar masing-masing. Meski demikian, pendampingan dari tutor tetap diperlukan, terutama untuk mengajarkan verifikasi dan validasi informasi agar siswa mampu memilah antara fakta dan data yang tidak akurat.

Selain itu, lanjut Mantan Rektor Universitas Yarsi ini, model pembelajaran di PKBM juga diarahkan menuju integrasi mikro-kredensial dan pengakuan kualifikasi kompetensi (seperti SKKNI). Sistem sertifikasi kompetensi ini memungkinkan lulusan PKBM menyetarakan atau menyambung pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, seperti politeknik atau perguruan tinggi, dengan durasi belajar yang lebih singkat.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya