home global news

Rupiah Sempat Menguat, Tapi Ada Sinyal Tak Enak dari Dolar AS dan The Fed

Rabu, 23 September 2026 - 16:23 WIB
Rupiah Sempat Menguat, Tapi Ada Sinyal Tak Enak dari Dolar AS dan The Fed
LANGIT7.ID-Jakarta; Rupiah menguat 67 poin ke level Rp17.817 per dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan pasar hari ini. Namun, indeks dolar AS justru menguat pada Rabu (23/9/2026) di tengah perkembangan negosiasi Amerika Serikat dan Iran serta sikap pejabat The Federal Reserve (The Fed) terhadap inflasi.

Direktur PT Traze Andalan Futures sekaligus Pengamat Ekonomi, Mata Uang dan Komoditas Ibrahim Assuaibi mencermati sejumlah sentimen eksternal dan domestik yang memengaruhi pergerakan mata uang.

Salah satu perhatian pasar datang dari perkembangan hubungan AS dan Iran. Presiden AS Donald Trump mengatakan pada Selasa bahwa para pejabat AS telah mengadakan pertemuan tiga jam yang “sangat baik” dan produktif dengan perwakilan Iran di New York.

Pertemuan tersebut merupakan kontak langsung pertama antara pejabat AS dan Iran sejak Juni. Trump mengatakan utusan khususnya, Steve Witkoff dan Jared Kushner, turut serta dalam pertemuan tersebut.

Perkembangan tersebut memunculkan harapan bahwa negosiasi pada akhirnya dapat membantu mengakhiri konflik dan meredakan gangguan di sekitar Selat Hormuz.

Laporan Reuters menunjukkan bahwa Iran telah mengisyaratkan kesediaan untuk membuka kembali Selat Hormuz jika Washington melonggarkan tekanan militer dan mencabut blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran. Namun, Teheran belum memastikan adanya kesepakatan tegas untuk melakukan hal tersebut.

Sementara itu, Arab Saudi telah memulai kembali operasi pada jalur pipa Timur-Barat miliknya. Jalur tersebut mampu mengalirkan minyak mentah ke pelabuhan Yanbu di Laut Merah tanpa harus melewati Selat Hormuz.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya