home global news

BAZNAS Siapkan Kerja Sama Bantuan Palestina, Kondisi Gaza Disebut Masih Sangat Berat

Jum'at, 25 September 2026 - 15:06 WIB
BAZNAS Siapkan Kerja Sama Bantuan Palestina, Kondisi Gaza Disebut Masih Sangat Berat
LANGIT7.ID-Jakarta; Ketua Komite Bantuan Kepresidenan Negara Palestina, H.E. Mahmoud Sidqi Al-Habbash, mengungkapkan gambaran kondisi kritis kemanusiaan yang dihadapi masyarakat Palestina akibat krisis kemanusiaan yang terjadi, sampai saat ini yakni bulan September 2026.

Pernyataan itu disampaikan dalam acara Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) lanjutan tentang Kerja Sama Penyediaan Bantuan Kemanusiaan dan Sosial untuk Negara Palestina, di Kantor BAZNAS RI, Jakarta, Jumat (25/6/2026).

Turut hadir Ketua BAZNAS RI Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc., Imam Besar Masjid Al-Aqsa, Al-Quds H.E. Sheikh Mohammad A.M. Hussein, serta Duta Besar Palestina untuk Indonesia H.E. Abdulfattah A.K. Al-Sattiri.

"Rakyat Palestina saat ini sedang menghadapi perang genosida dan mengalami kondisi kemanusiaan yang sangat berat akibat perang ini," jelas Mahmoud Sidqi Al-Habbash.

Ia memaparkan eskalasi krisis yang belum mereda telah menyebabkan jutaan masyarakat kehilangan akses terhadap kebutuhan pokok dasar sehari-hari.

"Saat ini lebih dari dua juta jiwa di Jalur Gaza hidup tanpa makanan yang cukup, tanpa air minum yang layak, tanpa pengobatan, tanpa listrik, dan tanpa layanan dasar," tuturnya.

Tak hanya di Gaza, kata dia, kondisi memprihatinkan juga masih terjadi di Tepi Barat seperti pembunuhan, pengrusakan kamp pengungsian serta perintangan akses ibadah di Masjid Al-Aqsa. Oleh karena itu, penyaluran bantuan kemanusiaan seperti pasokan makanan, air bersih, pengobatan, pendidikan, hingga fasilitas hunian darurat harus terus diupayakan bersama.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya