Kisah Inspiratif Imam Santoso, Dosen Sekaligus Kreator Pendidikan yang Mengajar Tanpa Batas Ruang & Waktu
Lusi mahgriefie
Sabtu, 03 Oktober 2026 - 11:05 WIB
Imam Santoso, dosen ITB dan kreator konten pendidikan dalam acara Inspiring Educators ParagonCorp 2026 di Jakarta. Foto: dok. ParagonCorp
Saat ini kita berada di era dimana ilmu bisa dibagikan ke jutaan orang melalui media sosial. Kisah inspiratif Imam Santoso, seorang dosen Institut Teknologi Bandung (ITB) dan kreator konten pendidikan mengingatkan bahwa kekuatan terbesar pendidik tetap sederhana yaitu hadir dan percaya.
Bermula dari cerita Bagus, seorang mahasiswa ITB. Kala itu Bagus hanya memiliki sekira 30 hari untuk menyelesaikan tugas akhirnya saat ini maka dia terancam tidak bisa lulus. Kemudian kabar itu sampai ke telinga Imam Santoso, yang saat itu baru kembali dari Finlandia.
Imam langsung menghubungi Bagus dengan satu tawaran tegas. "Gus, kalau kamu enggak ke rumah Mas Imam, kamu aku jemput ke Jakarta ke rumah orang tuamu," kenangnya.
Singkat cerita, beberapa hari kemudian, Bagus mengabarkan bahwa ia sudah berada di rumah Imam, sebuah apartemen kecil di rumah singgah fasilitas ITB untuk dosen yang ketika itu dihuni sekira 10 orang. Di sana Bagus menyelesaikan tugas akhirnya. Dengan dukungan kebijakan kampus di masa pandemi Covid-19, tenggat kelulusannya diperpanjang, dan ia akhirnya berhasil lulus.
Baca juga:Inspiratif! Dokter Asal Filipina Berangkatkan Ibu Berhaji dari Jualan Sabun di TikTok
Kisah itu dibagikan Imam di Panggung Inspiring Educator "Menjaga Masa Depan, Untuk Pertiwi" dalam rangkaian Inspiring Educators ParagonCorp 2026 di Jakarta, beberapa waktu lalu.
"Kadang mahasiswa itu tidak perlu seseorang yang menceritakan kehebatan mereka. Mereka perlu seseorang yang percaya kepada mereka, sehingga rasa percaya dirinya kembali dengan sendirinya," ujar Imam.
Bermula dari cerita Bagus, seorang mahasiswa ITB. Kala itu Bagus hanya memiliki sekira 30 hari untuk menyelesaikan tugas akhirnya saat ini maka dia terancam tidak bisa lulus. Kemudian kabar itu sampai ke telinga Imam Santoso, yang saat itu baru kembali dari Finlandia.
Imam langsung menghubungi Bagus dengan satu tawaran tegas. "Gus, kalau kamu enggak ke rumah Mas Imam, kamu aku jemput ke Jakarta ke rumah orang tuamu," kenangnya.
Singkat cerita, beberapa hari kemudian, Bagus mengabarkan bahwa ia sudah berada di rumah Imam, sebuah apartemen kecil di rumah singgah fasilitas ITB untuk dosen yang ketika itu dihuni sekira 10 orang. Di sana Bagus menyelesaikan tugas akhirnya. Dengan dukungan kebijakan kampus di masa pandemi Covid-19, tenggat kelulusannya diperpanjang, dan ia akhirnya berhasil lulus.
Baca juga:Inspiratif! Dokter Asal Filipina Berangkatkan Ibu Berhaji dari Jualan Sabun di TikTok
Kisah itu dibagikan Imam di Panggung Inspiring Educator "Menjaga Masa Depan, Untuk Pertiwi" dalam rangkaian Inspiring Educators ParagonCorp 2026 di Jakarta, beberapa waktu lalu.
"Kadang mahasiswa itu tidak perlu seseorang yang menceritakan kehebatan mereka. Mereka perlu seseorang yang percaya kepada mereka, sehingga rasa percaya dirinya kembali dengan sendirinya," ujar Imam.