Malaysia Tutup Sekolah di 7 Wilayah Akibat Kabut Asap Karhutla
Esti setiyowati
Jum'at, 09 Oktober 2026 - 19:23 WIB
Malaysia Tutup Sekolah di 7 Wilayah Akibat Kabut Asap Karhutla. Foto: Ist
Pemerintah Malaysia resmi menutup sekolah-sekolah di sejumlah wilayah pada Jumat (9/10/2026) akibatkabut asap yang makin parah dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia.
Kondisi tersebut menyebabkan kualitas udara di sejumlah wilayah turun hingga masuk kategori tidak sehat.
Menteri Pendidikan Malaysia, Fadhlina Sidek, mengatakan penutupan sekolah berlaku di beberapa wilayah, meliputi Johor, Melaka, Negeri Sembilan, dan Selangor.
Baca juga: Leonardo DiCaprio Angkat Bicara Soal Karhutla Indonesia, Soroti Nasib Orangutan
Kebijakan serupa juga diterapkan di Kuala Lumpur, Putrajaya yang merupakan pusat administrasi pemerintahan Malaysia, serta Distrik Rompin di Negara Bagian Pahang.
Informasi tersebut disampaikan Fadhlina melalui unggahan di akun Facebook pada Kamis (8/10/2026).
Dilansir dari CNA, Fahdlina meminta seluruh departemen pendidikan negara bagian dan kantor pendidikan distrik untuk terus memantau perkembangan kabut asap. Langkah cepat diminta dilakukan apabila kondisi di lapangan membutuhkan tindakan lebih lanjut.
Kondisi tersebut menyebabkan kualitas udara di sejumlah wilayah turun hingga masuk kategori tidak sehat.
Menteri Pendidikan Malaysia, Fadhlina Sidek, mengatakan penutupan sekolah berlaku di beberapa wilayah, meliputi Johor, Melaka, Negeri Sembilan, dan Selangor.
Baca juga: Leonardo DiCaprio Angkat Bicara Soal Karhutla Indonesia, Soroti Nasib Orangutan
Kebijakan serupa juga diterapkan di Kuala Lumpur, Putrajaya yang merupakan pusat administrasi pemerintahan Malaysia, serta Distrik Rompin di Negara Bagian Pahang.
Informasi tersebut disampaikan Fadhlina melalui unggahan di akun Facebook pada Kamis (8/10/2026).
Dilansir dari CNA, Fahdlina meminta seluruh departemen pendidikan negara bagian dan kantor pendidikan distrik untuk terus memantau perkembangan kabut asap. Langkah cepat diminta dilakukan apabila kondisi di lapangan membutuhkan tindakan lebih lanjut.