LANGIT7.ID-, Jakarta - - Aktor Hollywood
Leonardo DiCaprio menyoroti
kebakaran hutan yang terjadi di Indonesia. Melalui unggahan di akun Instagram miliknya, DiCaprio menyebut lebih dari 2 juta acre atau sekitar 800 ribu hektare hutan di
Pulau Kalimantan dan
Sumatera telah terbakar.
Dalam unggahannya,
DiCaprio juga menjelaskan dampak
perubahan iklim terhadap kondisi hutan di Kalimantan. Menurutnya,
perubahan iklim membuat hutan di wilayah tersebut semakin kering dan panas sehingga lebih mudah terbakar.
Baca juga: ISPA Anak Meningkat, DPR: Respons Karhutla Harus BergeserAktor berbakat ini juga menyinggung aktivitas manusia membuka lahan pertanian menjadi alasan lain
kebakaran hutan terjadi.
“Perubahan iklim membuat hutan Kalimantan lebih kering, lebih panas, dan lebih rentan terhadap kebakaran, yang sering kali dimulai oleh manusia untuk membuka hutan bagi pertanian,” tulis
DiCaprio dalam unggahannya, dikutip Selasa (6/10/2026).
DiCaprio juga menyoroti kebakaran yang terjadi di kawasan lahan gambut. Menurutnya, gambut yang kaya karbon ketika terbakar dapat melepaskan karbon dalam jumlah besar yang tersimpan di dalamnya. Kondisi tersebut dinilai semakin memperburuk krisis iklim dan keanekaragaman hayati.
Jutaan Orang Terpapar Asap KebakaranDalam unggahannya, DiCaprio menyebut lebih dari 5 juta orang telah terpapar asap
kebakaran hutan.
Ia juga mengungkapkan dampak kebakaran terhadap satwa liar, khususnya orangutan Kalimantan. Satwa tersebut ditulisnya terlihat melarikan diri dari hutan yang terbakar ketika habitat mereka semakin menyusut.
DiCaprio turut membagikan foto seekor orangutan yang berhasil diselamatkan oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Tengah dengan dukungan Borneo Orangutan Survival (BOS) Foundation.
Orangutan tersebut kini mendapatkan perawatan dari tim dokter hewan.
Baca juga: Karhutla Berdampak Besar, DPR: Presiden Wajib Tetapkan sebagai Bencana NasionalDiCaprio juga menyoroti nasib
Bornean White-bearded Gibbons atau owa berjanggut putih Kalimantan. Satwa ini hampir sepanjang hidupnya berada di atas pohon sehingga memiliki pilihan terbatas untuk menyelamatkan diri ketika api mulai menghanguskan hutan.
“Bornean White-bearded Gibbons, yang menghabiskan hampir seluruh hidupnya di pepohonan, hanya memiliki sedikit pilihan untuk melarikan diri ketika api melahap hutan di sekitar mereka,” tulisnya.
DiCaprio menyebut pemerintah Indonesia, petugas pemadam kebakaran, masyarakat lokal, organisasi konservasi, hingga para peneliti ikut menangani kebakaran tersebut.
Ia juga menyebut Re bersama mitranya, IUCN Great Apes dan IUCN Gibbon, bekerja sama dengan berbagai organisasi di lapangan untuk mendukung upaya pemadaman kebakaran sekaligus melindungi hutan dan satwa liar yang terancam.
Unggahan tersebut juga mencantumkan sejumlah pihak yang terlibat dalam dokumentasi dan penyelamatan satwa, termasuk BKSDA Kalimantan Tengah, BOS Foundation, Tuanan Orangutan Research Station, Forum Konservasi Orangutan Indonesia, serta Gunung Palung Orangutan Conservation Program/Yayasan Palung.
Melalui unggahannya, DiCaprio mengajak pengikutnya untuk mengetahui lebih jauh mengenai upaya penanganan kebakaran, perlindungan hutan, dan penyelamatan satwa liar di Indonesia.
(est)