Gunung Anak Krakatau Erupsi Sore Ini, Radius Bahaya 2 KM
Esti setiyowati
Jum'at, 09 Oktober 2026 - 20:28 WIB
Gunung Anak Krakatau Erupsi, Radius Bahaya 2 KM. Foto: Ist
Gunung Anak Krakatau yang berada di perairan Selat Sunda, Kabupaten Lampung Selatan, Lampung, mengalami erupsi pada Jumat (9/10/2026) sore. Letusan tersebut meluncurkan kolom abu vulkanik setinggi 250 meter di atas puncak gunung.
Kepala Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Lana Saria, mengatakan erupsi terjadi pada pukul 16.17 WIB. Informasi tersebut disampaikan dalam keterangannya di Jakarta, Jumat.
Baca juga: Update Sebaran Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau, Makin Menyebar ke Arah Barat
Lana mengatakan, kolom abu yang teramati memiliki warna kelabu, cokelat, hingga hitam dengan intensitas tebal. Abu vulkanik tersebut bergerak condong ke arah utara dan barat laut.
Adapun tinggi kolom abu tercatat mencapai sekitar 407 meter di atas permukaan laut (mdpl).
"Tinggi kolom abu vulkanik tersebut teramati mencapai kurang lebih 407 meter di atas permukaan laut (mdpl),"
Berdasarkan rekaman kegempaan, aktivitaserupsi Gunung Anak Krakatau terdeteksi pada instrumen seismogram dengan amplitudo maksimum 39 milimeter. Durasi erupsi tercatat sekitar 3 menit 46 detik.
Kepala Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Lana Saria, mengatakan erupsi terjadi pada pukul 16.17 WIB. Informasi tersebut disampaikan dalam keterangannya di Jakarta, Jumat.
Baca juga: Update Sebaran Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau, Makin Menyebar ke Arah Barat
Lana mengatakan, kolom abu yang teramati memiliki warna kelabu, cokelat, hingga hitam dengan intensitas tebal. Abu vulkanik tersebut bergerak condong ke arah utara dan barat laut.
Adapun tinggi kolom abu tercatat mencapai sekitar 407 meter di atas permukaan laut (mdpl).
"Tinggi kolom abu vulkanik tersebut teramati mencapai kurang lebih 407 meter di atas permukaan laut (mdpl),"
Berdasarkan rekaman kegempaan, aktivitaserupsi Gunung Anak Krakatau terdeteksi pada instrumen seismogram dengan amplitudo maksimum 39 milimeter. Durasi erupsi tercatat sekitar 3 menit 46 detik.