home global news

Menbud Fadli Zon Dorong Pencak Silat Mendunia melalui Festival Budaya Internasional di Belanda

Ahad, 11 Oktober 2026 - 19:46 WIB
Menbud Fadli Zon Dorong Pencak Silat Mendunia melalui Festival Budaya Internasional di Belanda
LANGIT7.ID-Amersfoort; Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, mendorong peningkatan visibilitas Pencak Silat sebagai warisan budaya Indonesia di tingkat internasional, sekaligus memperkuat dukungan global terhadap aspirasi Pencak Silat untuk menjadi cabang olahraga Olimpiade. Hal tersebut disampaikan dalam pembukaan 1st International Pencak Silat Culture & Heritage Festival, yang diselenggarakan di Amersfoort, Belanda, Sabtu (10/10/2026). Menbud menilai Belanda memiliki peran penting sebagai jembatan untuk memperluas pengenalan dan pengembangan Pencak Silat di kawasan Eropa.

Dalam sambutannya, Menbud Fadli Zon menegaskan bahwa Pencak Silat merupakan bagian dari kekayaan budaya Indonesia yang memiliki keragaman filosofi, ekspresi seni, dan nilai-nilai luhur. “Hingga saat ini, Kementerian Kebudayaan telah mencatat 3.277 elemen Warisan Budaya Takbenda Indonesia (WBTb), termasuk tradisi Pencak Silat yang juga telah diinskripsi UNESCO sebagai Warisan Budaya Dunia dalam Representative List of the Intangible Cultural Heritage of Humanity pada 2019,” jelas Menbud.

“Pencak Silat juga merupakan ekspresi hidup identitas budaya Indonesia yang memadukan keterampilan bela diri, ekspresi seni, musik tradisional, dan ajaran spiritual. Kelestariannya bergantung pada para maestro, praktisi, dan komunitas yang terus mengajarkan serta mewariskan pengetahuan ini kepada generasi berikutnya,” ujar Menbud Fadli Zon.

Festival yang berlangsung pada 10–11 Oktober 2026 ini diselenggarakan oleh Federasi Pencak Silat Belanda/Nederlandse Pencak Silat Federatie (NPSF), dengan menghadirkan pertunjukan budaya, demonstrasi, lokakarya, dan kelas pelatihan yang mempertemukan para maestro dan praktisi Pencak Silat Indonesia dengan komunitas pesilat di Belanda. Kegiatan turut dihadiri Duta Besar RI untuk Kerajaan Belanda, L. Amrih Jinangkung, serta Presiden NPSF, Olivier Blancquaert.

Festival ini menghadirkan tiga delegasi Pencak Silat dari Indonesia, yakni Panglipur Indonesia dari Jawa Barat, Harimau Singgalang dari Sumatera Barat, serta Persaudaraan Setia Hati Tunas Muda Winongo Madiun dari Jawa Timur. Ketiganya menampilkan kekayaan tradisi Pencak Silat Nusantara melalui pertunjukan serta pertukaran pengetahuan dan keterampilan dengan praktisi di Belanda.

Menbud Fadli Zon juga turut mengapresiasi kontribusi NPSF dalam mengembangkan Pencak Silat di Belanda, yang saat ini menaungi sekitar 50 perguruan dengan lebih dari 700 praktisi terdaftar. “Keterlibatan komunitas lokal dalam menjaga tradisi Indonesia ini menunjukkan peran penting hubungan antar masyarakat atau people-to-people relations dalam diplomasi budaya,” tegas Menbud.

Selain penguatan aspek kebudayaan, Menbud juga menyoroti aspirasi Indonesia untuk membawa Pencak Silat ke panggung Olimpiade, sebagaimana ditegaskan pula oleh Presiden Prabowo Subianto. “Kita memiliki aspirasi bersama agar Pencak Silat dapat menjadi bagian dari Olimpiade. Untuk mencapainya, diperlukan kerja sama internasional dan partisipasi yang semakin luas. Kami berharap komunitas Pencak Silat di berbagai negara dapat turut mendukung tujuan ini, dengan tetap menjaga nilai-nilai budaya dan tradisi yang menjadi fondasinya,” ujar Menbud.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya