LANGIT7.ID-Jakarta;
Di tengah situasi global yang kian tak menentu, dua negara dengan pengaruh besar di dunia Islam—Indonesia dan Mesir—menegaskan posisi mereka sebagai garda terdepan pembela rakyat Palestina. Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Abdel Fattah El-Sisi menggelar pertemuan bilateral di Istana Negara, Jakarta, Minggu (11/10), yang menghasilkan komitmen tegas: perjuangan kemerdekaan Palestina tidak boleh surut, dan Gaza harus segera bangkit dari kehancuran.
Dalam pernyataan pers bersama usai pertemuan, Prabowo tidak menahan diri untuk mengecam keras tindakan Israel yang dinilainya melampaui batas kemanusiaan. Operasi militer, provokasi, hingga pembangunan permukiman ilegal—semuanya disebut sebagai pelanggaran berat terhadap hukum internasional dan HAM yang telah merenggut banyak nyawa warga sipil.
"Kami berdua sangat prihatin atas kekerasan, pelanggaran-pelanggaran hukum internasional, operasi-operasi militer Israel, tindakan-tindakan provokatif, dan tindakan-tindakan yang melanggar hak-hak asasi manusia," tegas Prabowo dengan nada serius.
Solusi Dua Negara: Satu-satunya Jalan
Indonesia konsisten menyuarakan bahwa solusi dua negara bukan sekadar opsi, melainkan satu-satunya formula yang mampu menghadirkan perdamaian abadi di Timur Tengah. Prabowo menegaskan bahwa berdirinya negara Palestina yang merdeka dan berdaulat adalah harga mati yang tidak bisa ditawar.
"Indonesia tetap berpandangan bahwa terwujudnya negara Palestina berdasarkan solusi dua negara adalah satu-satunya jalan untuk mencapai perdamaian di kawasan tersebut," ujarnya.
Senada dengan Prabowo, Presiden El-Sisi menegaskan posisi resmi Mesir yang mendukung penuh kemerdekaan Palestina. Ia bahkan menyebut secara spesifik batas wilayah yang harus dihormati: perbatasan Juni 1967 dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kota.
"Kami juga sudah sepakat untuk penyelesaian yang menyeluruh dan kompleks untuk masalah Palestina, untuk diwujudkannya negara Palestina yang merdeka berdasarkan batas Juni 1967 dan ibu kotanya adalah Yerusalem Timur. Itulah jalan satu-satunya untuk mewujudkan perdamaian yang komprehensif," kata El-Sisi.
Gaza: Bantuan Kemanusiaan dan Rekonstruksi
Kedua pemimpin juga menyoroti pentingnya akses bantuan kemanusiaan yang berkelanjutan ke Gaza. Indonesia dan Mesir berkomitmen penuh untuk terus menyalurkan bantuan serta berpartisipasi dalam program pemulihan pascakonflik. El-Sisi secara khusus mengapresiasi keterlibatan Prabowo dalam pertemuan di Sharm El Sheikh pada 2025 yang menghasilkan kesepakatan gencatan senjata.
"Kami juga mengucapkan terima kasih, Indonesia berada di BOP untuk memastikan terjadinya perdamaian dan pembangunan kembali Gaza dan untuk memberikan bantuan kepada saudara-saudara kita Palestina," ujarnya.
El-Sisi menegaskan bahwa Mesir menolak segala bentuk pengusiran warga Palestina maupun upaya-upaya yang bertujuan menghilangkan isu Palestina dari peta politik global. Sikap ini menjadi penegasan bahwa solidaritas terhadap Palestina bukan sekadar retorika, melainkan komitmen yang harus dipertahankan.
Pertemuan bilateral ini juga menjadi ajang pertukaran pandangan antara kedua pemimpin mengenai konflik di Timur Tengah dan dampaknya terhadap stabilitas regional maupun global. Namun, pesan utamanya jelas: Indonesia dan Mesir adalah dua sekutu yang tidak akan tinggal diam ketika keadilan bagi Palestina terus dirampas.(*/zd)
(lam)