home global news

Andrea Bocelli, Jus Cogens dan Pekikan Prabowo

Jum'at, 16 Oktober 2026 - 13:35 WIB
Anwar Abbas mempertanyakan rencana konser Andrea Bocelli di Indonesia di tengah seruan Presiden Prabowo Subianto untuk mendukung kemerdekaan Palestina.
Oleh: Anwar AbbasLANGIT7.ID-Dalam menghadapi konflik israel Palestina ada orang yang bersikap netral. Hal itu tentu tidak bisa diterima karena yang namanya penjajahan dan genosida bukanlah merupakan konflik biasa. Itu sudah merupakan kejahatan yang dalam hukum internasional disebut dengan Jus Cogens atau kejahatan tertinggi yang sudah melanggar nurani kemanusiaan.

Bagi PBB jika ada negara atau seseorang yang mengatakan dia bersikap netral saat terjadi penjajahan dan genosida maka negara dan atau orang tersebut oleh PBB dipandang telah melanggar hukum, karena hukum mewajibkan negara dan orang tersebut untuk memihak kepada korban.

Dalam perspektif Islam bila ada seseorang menyatakan dirinya bersikap netral di saat ada praktek kezhaliman seperti adanya penjajahan dan pembunuhan maka orang yang bersangkutan dianggap telah melakukan perbuatan yang haram. Oleh karena itu jika ada orang yang bersikap netral di depan perbuatan zhalim yang dilakukan oleh Israel terhadap rakyat Palestina maka itu jelas sudah merupakan pengkhianatan terhadap kemanusiaan karena itu sama saja artinya dia juga telah ikut menjajah dan membunuh rakyat Palestina.

Itulah mungkin sebabnya mengapa Prabowo dalam kesempatan ulang tahun ke 100 Gontor, meneriakkan dengan lantang kata-kata free Palestine, sampai tiga kali. Itu tentu saja maksudnya bukan hanya untuk diketahui oleh bangsanya saja tapi juga oleh dunia bahwa dia dan bangsanya tidak setuju dengan apa yang dilakukan oleh Israel terhadap rakyat Palestina karena bagi rakyat Indonesia tindakan Israel tersebut telah melanggar nilai-nilai perikemanusiaan dan perikeadilan sebagaimana termaktub di dalam alinea pertama UUD 1945 yang mengatakan : Bahwa sesungguhnya Kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu, maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan, karena tidak sesuai dengan peri-kemanusiaan dan peri-keadilan. Oleh karena itu yang membuat kita bertanya-tanya, atas dasar apa diantara para pembantu presiden masih saja mau mengundang dan memberi izin kepada Andrea Bocelli seorang tokoh dan musisi terkenal dunia melakukan konser di Indonesia padahal menurut catatan yang ada, Andrea Bocelli telah memperlihatkan dirinya sebagai sosok yang sangat mendukung Israel dan nyaris tidak pernah sedikitpun membela perjuangan rakyat Palestina. Lalu timbul pertanyaan, apakah pekikan Prabowo yang menuntut Free Palestine itu hanya dianggap angin lalu saja oleh para pembantunya ? Jika ia, apakah tindakan dan sikap mereka itu tidak masuk ke dalam kategori pelecehan terhadap presiden dan konstitusi negaranya (Anwar abbas, pengamat sosial ekonomi dan keagamaan serta

Ketua PP Muhammadiyah)
(lam)
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya