RI Masuk 10 Besar Negara dengan Urusan Adminstrasi Paling Menantang bagi Pekerja Remote
Esti setiyowati
Ahad, 18 Oktober 2026 - 12:54 WIB
Ilustrasi pekerja digital. Foto: Pexels.
Indonesia masuk dalam daftar 15 besar negara tujuan terpopuler bagi nomad digital dunia menurut laporan Digital Nomad Friction Index 2026 yang dirilis Holafly. Para pekerja jarak jauh menilai Indonesia memiliki sejumlah kelebihan mulai dari gaya hidup yang fleksibel hingga biaya hidup yang kompetitif.
Meski popular, namun para pekerja remote menyebut Indonesia mempunyai beberapa hambatan operasional harian. Dalam laporan tersebut disebutkan bahwa Indonesia menempati posisi keempat dengan tantangan adminstratif tertinggi bagi pekerja digital.
Baca juga:DPR: Revisi UU Ketenagakerjaan Harus Akomodasi Pekerja Digital
Sementara Kolombia menempati posisi pertama, disusul Meksiko di urutan kedua dan Jerman di posisi ketiga. Indonesia berada di urutan keempat, diikuti Argentina, Bulgaria, Spanyol, Uni Emirat Arab, Kroasia, dan Hungaria.
Birokrasi hingga Koneksi Internet Jadi Tantangan
Penelitian Holafly menyoroti berbagai kendala yang kerap dihadapi pekerja digital saat berpindah negara. Tantangan tersebut tidak berhenti pada proses masuk ke negara tujuan, tetapi berlanjut ketika mereka harus mengurus rekening bank, pendaftaran alamat tempat tinggal, kewajiban pajak, dokumen lokal, hingga akses layanan kesehatan.
Berbagai urusan administratif tersebut dapat menyita waktu, biaya, dan energi. Kondisi ini menjadi persoalan tersendiri bagi pekerja jarak jauh yang harus tetap memenuhi target pekerjaan meski berada di negara berbeda.
Meski popular, namun para pekerja remote menyebut Indonesia mempunyai beberapa hambatan operasional harian. Dalam laporan tersebut disebutkan bahwa Indonesia menempati posisi keempat dengan tantangan adminstratif tertinggi bagi pekerja digital.
Baca juga:DPR: Revisi UU Ketenagakerjaan Harus Akomodasi Pekerja Digital
Sementara Kolombia menempati posisi pertama, disusul Meksiko di urutan kedua dan Jerman di posisi ketiga. Indonesia berada di urutan keempat, diikuti Argentina, Bulgaria, Spanyol, Uni Emirat Arab, Kroasia, dan Hungaria.
Birokrasi hingga Koneksi Internet Jadi Tantangan
Penelitian Holafly menyoroti berbagai kendala yang kerap dihadapi pekerja digital saat berpindah negara. Tantangan tersebut tidak berhenti pada proses masuk ke negara tujuan, tetapi berlanjut ketika mereka harus mengurus rekening bank, pendaftaran alamat tempat tinggal, kewajiban pajak, dokumen lokal, hingga akses layanan kesehatan.
Berbagai urusan administratif tersebut dapat menyita waktu, biaya, dan energi. Kondisi ini menjadi persoalan tersendiri bagi pekerja jarak jauh yang harus tetap memenuhi target pekerjaan meski berada di negara berbeda.