home wirausaha syariah

Kadin Luncurkan Buku Putih Bahas Hambatan Dan Solusi Dunia Usaha 2026

Senin, 19 Oktober 2026 - 19:31 WIB
Kadin Indonesia meluncurkan Buku Putih 2026 yang memuat 107 isu strategis dan 407 rekomendasi untuk mengatasi hambatan dunia usaha serta memperkuat industri nasional.
LANGIT7.ID-Jakarta; Dewan Pertimbangan Kadin Indonesia resmi meluncurkan Buku Putih Hambatan dan Solusi Dunia Usaha Tahun 2026. Dokumen itu menjadi potret konkret biaya ekonomi tinggi yang selama ini membelit pelaku usaha, sekaligus peta jalan untuk mengembalikan industri sebagai lokomotif pertumbuhan.

Peluncuran tersebut berlangsung dalam Forum Komunikasi Anggota Luar Biasa Kadin Indonesia menjelang Rapimnas Kadin 2026 di The Dian Ballroom, Hotel Raffles Jakarta, Senin (19/10/2026). Ketua Komisi Pengkajian, Penelitian, dan Pengembangan Bisnis Dewan Pertimbangan Kadin Indonesia, Prof. Didik J. Rachbini, memaparkan inti buku itu di hadapan para ketua umum asosiasi dan organisasi pengusaha.

"Buku Putih Hambatan dan Solusi Dunia Usaha Tahun 2026 baru saja diluncurkan. Dalam waktu singkat ini, saya akan menyampaikan sekilas isinya melalui tiga hal: mengapa buku ini penting bagi arah ekonomi kita, apa yang kami temukan, dan ke mana arah solusinya," ujar Didik membuka paparannya.

Pertumbuhan 5 persen belum cukup

Didik menyoroti tantangan utama perekonomian nasional yang masih bertahan di kisaran 5 persen. Pada triwulan II-2026, ekonomi tumbuh 5,29 persen. Angka itu patut disyukuri, tetapi belum cukup untuk membawa Indonesia menuju sasaran 7–8 persen.

Ia merujuk pengalaman era deregulasi dan debirokratisasi tahun 1980-an. Saat itu, pemerintah secara sistematis mengurangi hambatan usaha, membuka ruang investasi, mendorong ekspor, dan memperkuat sektor industri. Hasilnya, industri tumbuh tinggi dan menjadi lokomotif perekonomian.

"Pelajaran itu tetap relevan. Untuk mencapai pertumbuhan 7–8 persen, sektor industri harus tumbuh jauh lebih kuat daripada pertumbuhan ekonomi nasional. Kondisi tahun 2026 justru menegaskan bahwa pertumbuhan industri kita belum cukup kuat," tegasnya.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya