Menembus Panggung Fesyen Dunia dengan Wastra Nusantara, Identitas Budaya Indonesia
Lusi mahgriefie
Sabtu, 24 Oktober 2026 - 10:24 WIB
Lia Afif, salah satu desainer yang menampilkan wastra unggulan di panggung IN2MOTIONFEST X JMFW
Kekayaan wastra Nusantara semakin mendapat tempat dalam dunia fesyen modern, termasuk busana muslim yang mulai dilirik pasar internasional.
Di balik motif, warna, dan teknik pembuatannya, tersimpan cerita tentang budaya, kearifan lokal, dan identitas masyarakat Indonesia.
Potensi tersebut tampak dalam perhelatan IN2MOTIONFEST X Jakarta Muslim Fashion Week (JMFW). Ajang ini menghadirkan beragam karya yang mengangkat wastra dari berbagai daerah Indonesia, sekaligus memperlihatkan bagaimana kain tradisional dapat tampil modern tanpa kehilangan ciri khasnya.
Ada lebih dari 250 desainer dan jenama turut ambil bagian dalam rangkaian fashion show maupun trade show berstandar internasional. Karya mereka memperlihatkan bahwa kain tradisional seperti batik, tenun, songket, hingga ulos dapat diolah menjadi busana yang relevan dengan gaya hidup masa kini.
Diantaranya, karya unggulan UKM binaan KPw Bank Indonesia dan anggota IKRA Indonesia yang tampil di satu panggung dengan karya dari desainer nasional maupun internasional. Tiga desainer yang tergabung dalam Dewan IKRA, yaitu Ali Charisma, Itang Yunasz, dan Wignyo, kembali menampilkan karya terbaru dengan sentuhan wastra di runway IN2MOTIONFEST X JMFW.
Baca juga:IN2MOTIONFEST X JMFW Sukses Digelar, Catat 112 Kesepakatan Bisnis Fesyen
Selain itu, karya para pemenang kompetisi desain busana berbasis wastra lokal dalam Festival Ekonomi Syariah (FESyar) Bank Indonesia 2026 juga turut ditampilkan. Kompetisi tersebut diselenggarakan di tiga wilayah, yaitu Sumatera, Jawa, dan Indonesia Bagian Timur, sebagai upaya mendorong kreativitas serta pengembangan desain berbasis kekayaan tekstil lokal.
Di balik motif, warna, dan teknik pembuatannya, tersimpan cerita tentang budaya, kearifan lokal, dan identitas masyarakat Indonesia.
Potensi tersebut tampak dalam perhelatan IN2MOTIONFEST X Jakarta Muslim Fashion Week (JMFW). Ajang ini menghadirkan beragam karya yang mengangkat wastra dari berbagai daerah Indonesia, sekaligus memperlihatkan bagaimana kain tradisional dapat tampil modern tanpa kehilangan ciri khasnya.
Ada lebih dari 250 desainer dan jenama turut ambil bagian dalam rangkaian fashion show maupun trade show berstandar internasional. Karya mereka memperlihatkan bahwa kain tradisional seperti batik, tenun, songket, hingga ulos dapat diolah menjadi busana yang relevan dengan gaya hidup masa kini.
Diantaranya, karya unggulan UKM binaan KPw Bank Indonesia dan anggota IKRA Indonesia yang tampil di satu panggung dengan karya dari desainer nasional maupun internasional. Tiga desainer yang tergabung dalam Dewan IKRA, yaitu Ali Charisma, Itang Yunasz, dan Wignyo, kembali menampilkan karya terbaru dengan sentuhan wastra di runway IN2MOTIONFEST X JMFW.
Baca juga:IN2MOTIONFEST X JMFW Sukses Digelar, Catat 112 Kesepakatan Bisnis Fesyen
Selain itu, karya para pemenang kompetisi desain busana berbasis wastra lokal dalam Festival Ekonomi Syariah (FESyar) Bank Indonesia 2026 juga turut ditampilkan. Kompetisi tersebut diselenggarakan di tiga wilayah, yaitu Sumatera, Jawa, dan Indonesia Bagian Timur, sebagai upaya mendorong kreativitas serta pengembangan desain berbasis kekayaan tekstil lokal.