LANGIT7.ID-, Jakarta - - Industri
modest fashion Indonesia kian menunjukkan potensi besarnya di pasar global. Ini terlihat dari kesuksesan penyelenggaraan
Indonesia International Modest Fashion Festival (IN2MOTIONFEST) X
Jakarta Muslim Fashion Week (JMFW), pada 14-18 Oktober 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Senayan, Jakarta.
Mengusung tema "Indonesia's Integrated Modest Fashion Ecosystem: Transforming Modest Fashion Brands into Global Business", event bergengsi ini tidak hanya menjadi panggung bagi para desainer untuk memperkenalkan karya terbaru, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkuat bisnis fesyen Indonesia agar mampu bersaing di pasar internasional.
Pada lima hari penyelenggaraan,
IN2MOTIONFEST X JMFW menghadirkan 20 peragaan busana yang melibatkan 200 desainer nasional dan internasional, dengan total 1.600 karya yang ditampilkan. Serta beragam kegiatan pendukung turut meramaikan acara, mulai dari seminar tren modest fashion 2027/2028, masterclass, workshop, hingga forum industri dan business matching wastra.
Salah satu yang perlu disoroti adalah tercatatnya 112 kesepakatan bisnis melalui kegiatan Business Matching Wastra. Capaian tersebut menunjukkan bahwa ajang fesyen tidak hanya menjadi tempat memamerkan kreativitas, tetapi juga membuka peluang kerja sama dan memperluas pasar produk lokal.
Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Aida S. Budiman, mengatakan, Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadi pemain utama dalam industri modest fashion dunia.
"Kunci untuk mewujudkan potensi tersebut adalah membangun ekosistem industri yang terintegrasi, mulai dari produksi hingga pemasaran," ujar Aida, dikutip Jumat (23/10/2026).
Baca juga: IN2MF Cetak Rekor Dunia Koleksi Terbanyak, 1.550 Busana dari 208 DesainerIa menambahkan, berdasarkan laporan State of the Global Islamic Economy 2025/2026, Indonesia menempati peringkat pertama dunia dalam sektor modest fashion. Potensi pasarnya juga terus berkembang, seiring meningkatnya pengeluaran konsumen Muslim global untuk produk fesyen yang sesuai dengan nilai kesopanan.
Oleh sebab itu, Bank Indonesia mendorong penguatan sektor hulu melalui pembinaan perajin wastra dan pelaku usaha, peningkatan kualitas produk, serta edukasi tren fesyen. Hal ini perlu didukung Kementerian Perdagangan dengan cara memperluas akses pasar melalui promosi di luar negeri, penjajakan ekspor, dan fasilitasi pertemuan bisnis dengan calon pembeli.
Dukungan juga datang dari Kementerian Ekonomi Kreatif dan Kementerian Pariwisata. Menteri Ekonomi Kreatif RI, Teuku Riefky Harsya, menyatakan acara IN2MOTIONFEST X JMFW merupakan manifestasi nyata sinergi dalam memperkuat ekosistem modest fashion Indonesia, sekaligus membuka peluang bagi karya kreatif nasional untuk terhubung dengan industri dan pasar global.
"Bagi Kementerian Ekonomi Kreatif, penting untuk memperkuat industri kreatif, khususnya subsektor fesyen melalui perluasan akses pasar, jejaring bisnis, serta pemanfaatan teknologi digital secara bertanggung jawab. Acara ini tidak hanya menjadi panggung modest fashion Indonesia, tetapi juga mendukung sinergi antara karya, industri, dan pemasaran global," imbuhnya.
Selain mendorong karya desainer lokal agar semakin dikenal di dunia, modest fashion dinilai memiliki hubungan erat dengan pariwisata, khususnya wisata belanja. Kekayaan wastra Indonesia, seperti batik dan tenun, menjadi daya tarik yang dapat menarik wisatawan sekaligus memperkenalkan produk lokal ke pasar yang lebih luas.
Menteri Pariwisata RI, Widiyanti Putri Wardhana terkait hal tersebut mengungkapkan, "Indonesia memiliki kekayaan wastra, mulai dari batik, tenun, hingga beragam tekstil tradisional Nusantara. Melalui peragaan busana, pameran, trade show, dan business matching wastra, kami berharap acara ini meningkatkan eksposur jenama lokal, menghasilkan kemitraan dan transaksi bisnis, serta menarik lebih banyak wisatawan untuk berkunjung dan berbelanja di Jakarta."
Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2026Dari sisi ekonomi, rangkaian Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2026 yang menaungi gelaran ini juga mencatat hasil positif. Hingga 17 Oktober 2026, jumlah pengunjung mencapai 93.252 orang, tumbuh sekitar 4 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Baca juga: Ada 1.600 Lebih Koleksi Desainer Indonesia dan Internasional Dipamerkan di IN2MOTIONFESTTransaksi penjualan tercatat sebesar Rp13,85 miliar, meningkat 44,09 persen, sedangkan nilai business matching mencapai Rp3,16 triliun atau tumbuh sekitar 10,19 persen dibandingkan bulan lalu.
Hal itu disampaikan Kepala Departemen Regional Bank Indonesia, Rudy Brando Hutabarat saat hadiri penutupan acara.
Ia juga menekankan tiga poin yang terkait dengan penyelenggaraan IN2MOTIONFEST X JMFW, yaitu K-I-A. "K adalah Kolaborasi, I adalah Inovasi, dan A adalah Always Improvement," ungkapnya.
Ke depan, Rudy mengimbau kolaborasi yang telah dilakukan dengan stakeholder, termasuk Kementerian, lembaga, dan para penggiat wastra dan modest fashion perlu terus ditingkatkan untuk melahirkan inovasi dan kreasi terbarukan.
"Kemudian, konsisten melakukan improvement secara berkelanjutan," ucapnya memberi semangat.
Melalui penyelenggaraan IN2MOTIONFEST X JMFW, Indonesia tidak hanya memperlihatkan kekayaan kreativitas fesyen Muslim, tetapi juga memperkuat langkah menuju industri yang terhubung dari perajin, desainer, hingga pasar internasional.
Kolaborasi lintas sektor diharapkan dapat menjadikan modest fashion dan wastra Indonesia semakin kompetitif sekaligus memperkokoh posisi Indonesia sebagai salah satu pusat industri modest fashion dunia.
Untuk diketahui, elaksanaan kegiatan kolaboratif ini didukung oleh Indonesian Fashion Chamber (IFC) sebagai mitra strategis, serta lintas instansi, yaitu Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) RI, Kementerian Ekonomi Kreatif RI, Kementerian Pariwisata RI, dan Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS). Wardah Cosmetic turut mendukung perhelatan ini sebagai Official Beauty Partner.
(lsi)