Kabut Asap Karhutla Indonesia Meluas, Media Asing Soroti Sikap Pemerintah RI
Esti setiyowati
Sabtu, 24 Oktober 2026 - 14:20 WIB
Kabut Asap Karhutla Indonesia Meluas, Media Asing Soroti Sikap Pemerintah RI. Foto: Ist
Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia kembali menjadi sorotan media internasional setelah kabut asap berdampak pada kualitas udara di sejumlah negara Asia Tenggara.
Malaysia dan Singapura termasuk wilayah yang terdampak, sementara pemberitaan juga menyoroti penanganan kebakaran, dampak kesehatan masyarakat, serta upaya pemerintah Indonesia memadamkan api.
Reuters dalam laporan 22 Oktober 2026 menyebut Indonesia masih berada dalam status siaga tinggi menghadapikarhutla.
Baca juga: Anggota Parlemen Malaysia Kirim Pesan ke Prabowo soal Karhutla dengan Bahasa Jawa
Meski jumlah titik panas menurun dari lebih dari 1.200 pada 14 Oktober menjadi 565 pada 22 Oktober, hujan yang turun belum cukup untuk memadamkan seluruh kebakaran. Kondisi kering yang berkaitan dengan fenomena El NiƱo turut meningkatkan risiko kebakaran berulang.
Respons pemerintah juga disorot dalam laporan Associated Press (AP), Channel News Asia (CNA), dan The Guardian. AP memberitakan kabut asap tebal di Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah yang mengganggu penerbangan serta mengurangi jarak pandang.
Sementara itu, CNA sebelumnya melaporkan kabut asap dari Sumatra dan Kalimantan telah menyebar ke Malaysia, Brunei Darussalam, hingga Filipina, dengan sejumlah wilayah mengalami penurunan kualitas udara.
Malaysia dan Singapura termasuk wilayah yang terdampak, sementara pemberitaan juga menyoroti penanganan kebakaran, dampak kesehatan masyarakat, serta upaya pemerintah Indonesia memadamkan api.
Reuters dalam laporan 22 Oktober 2026 menyebut Indonesia masih berada dalam status siaga tinggi menghadapikarhutla.
Baca juga: Anggota Parlemen Malaysia Kirim Pesan ke Prabowo soal Karhutla dengan Bahasa Jawa
Meski jumlah titik panas menurun dari lebih dari 1.200 pada 14 Oktober menjadi 565 pada 22 Oktober, hujan yang turun belum cukup untuk memadamkan seluruh kebakaran. Kondisi kering yang berkaitan dengan fenomena El NiƱo turut meningkatkan risiko kebakaran berulang.
Respons pemerintah juga disorot dalam laporan Associated Press (AP), Channel News Asia (CNA), dan The Guardian. AP memberitakan kabut asap tebal di Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah yang mengganggu penerbangan serta mengurangi jarak pandang.
Sementara itu, CNA sebelumnya melaporkan kabut asap dari Sumatra dan Kalimantan telah menyebar ke Malaysia, Brunei Darussalam, hingga Filipina, dengan sejumlah wilayah mengalami penurunan kualitas udara.