home global news

Jambore Batik Jawa Barat 2026: Menteri Kebudayaan Dukung Penguatan Ekosistem dan Literasi Batik

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 19:13 WIB
Menteri Kebudayaan Fadli Zon mendorong literasi membatik masuk ke kurikulum pendidikan untuk melestarikan warisan budaya dan memperkuat ekosistem batik Indonesia.
LANGIT7.ID-Bandung; Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, menegaskan pentingnya penguatan ekosistem batik dan integrasi literasi membatik ke dalam kurikulum pendidikan guna menjaga keberlanjutan batik sebagai warisan budaya bangsa sekaligus menggerakkan ekonomi budaya masyarakat. Hal tersebut disampaikan saat menghadiri Pembukaan Jambore Batik Jawa Barat 2026 yang berlangsung di Hotel Golden Flower, Bandung, Jawa Barat.

Jambore Batik Jawa Barat 2026 merupakan kegiatan yang mempertemukan perajin batik, akademisi, pelaku usaha, dan pemerintah untuk memperkuat ekosistem batik Tatar Sunda. Kegiatan yang diselenggarakan oleh Yayasan Batik Jawa Barat ini berlangsung pada 24–25 Oktober 2026. Rangkaian kegiatan terdiri dari pameran batik dari 27 kabupaten/kota di Jawa Barat, pembuatan kurikulum batik, dan peluncuran buku The Emerging Expression of Batik in West Java.

Dalam sambutannya, Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyampaikan bahwa Jambore Batik Jawa Barat merupakan panggung budaya yang memiliki makna penting dalam pemajuan kebudayaan, yaitu menjaga keberlanjutan batik sebagai warisan budaya bangsa.

Hal ini merupakan ruang-ruang budaya yang dapat memperkuat budaya di tengah perkembangan zaman.

“Kegiatan ini sejalan dengan upaya pemajuan kebudayaan, khususnya mengangkat batik yang sudah menjadi warisan budaya takbenda dunia oleh UNESCO. Kita mempunyai beragam batik yang luar biasa, dan pengembangannya yang lebih spesifik khususnya di Jawa Barat ini akan menambah kekayaan serta diversitas batik yang ada di Indonesia. Melalui Jambore Batik ini, kita juga bisa menginventarisasi mulai dari motif hingga komunitas-komunitas perajinnya,” ungkap Menbud Fadli Zon.

Lebih lanjut, Menbud menegaskan bahwa batik merupakan salah satu wujud kekayaan budaya yang memperkuat identitas Indonesia sebagai bangsa Cultural Mega-Diversity. Karakter dan identitas khas batik di Jawa Barat tercermin dari ragam motifnya, seperti ragam hias Mega Mendung khas Cirebon, hingga kekayaan warna dan corak batik Tasikmalaya serta Garut. Di balik setiap corak, motif, dan teknik pembuatannya, tersimpan nilai luhur, pengetahuan tradisional, seni, serta makna filosofis yang menjadikannya sebagai Objek Pemajuan Kebudayaan (OPK).

Menteri Kebudayaan Fadli Zon turut menyampaikan bahwa pelestarian, pengembangan, serta pemanfaatannya harus berjalan beriringan. Warisan budaya bangsa, termasuk batik, harus terus dilestarikan, dikembangkan, dan dimanfaatkan, khususnya di tengah perkembangan zaman dan agar ekosistem seni dan kebudayaan hidup dan berkembang secara berkelanjutan.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya