home global news

Rencana Besar Bahlil Membangun PLTN di Dekat Singapura

Selasa, 27 Oktober 2026 - 09:20 WIB
Menteri Bahlil Lahadalia menyebut Batam menjadi salah satu lokasi yang dikaji untuk pembangunan PLTN guna menopang kebutuhan energi dan memperkuat kedaulatan energi Indonesia.
LANGIT7.ID-Jakarta;

Di balik pernyataan singkatnya, Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi Bahlil Lahadalia sesungguhnya sedang mengirim pesan yang lebih besar daripada sekadar rencana pembangunan pembangkit listrik.

Dalam konferensi pers di Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (26/10/2026), Bahlil mengungkap bahwa pemerintah membuka opsi menempatkan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) di Batam, Kepulauan Riau — wilayah yang berjarak hanya sekitar 20 kilometer dari Singapura. Pengumuman ini muncul tak lama setelah Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong menyatakan negaranya serius mengkaji energi nuklir untuk memperkuat ketahanan energi nasional, menyusul keputusan Indonesia memangkas ekspor gas alam.

Bagi Bahlil, urusan lokasi adalah soal kedaulatan. "Bangsa kita ini tidak boleh diatur-atur sama negara lain. Wilayah kita, kalau kita mau taruh di mana pun, selama memenuhi standar, apa urusannya?" tegasnya.

Kalimat itu bukan tanpa konteks. Kepri selama ini dikenal sebagai jalur perdagangan internasional yang strategis dan berbatasan langsung dengan Singapura serta Malaysia. Menempatkan infrastruktur energi berskala besar di sana berarti menegaskan bahwa Indonesia tidak hanya menjadi pemasok energi bagi tetangga, tetapi juga pemilik kendali atas infrastruktur energinya sendiri.

Bahlil menegaskan bahwa rencana ini masih menunggu hasil studi kelayakan (feasibility study/FS). Selain Kepri, kajian awal juga mencakup Kalimantan dan Sumatra. Untuk wilayah Halmahera, Maluku Utara, pemerintah telah menjajaki kerja sama teknologi dengan Rosatom, BUMN nuklir Rusia.

"Pemerintah Indonesia juga sudah melakukan kerja sama dengan beberapa negara untuk membangun PLTN," ujar Bahlil. "Salah satu studi lokasi yang kita tempatkan, kita akan taruh di Kepri yaitu di Batam untuk bagaimana menopang energi kita. Ini masih dalam kajian dan pemeriksaan."
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya