Mengapa Turki, Pakistan, Qatar, dan Indonesia Bergabung Dalam Pakta Pertahanan?
Sururi alfaruq
Selasa, 27 Oktober 2026 - 15:46 WIB
Menteri Pertahanan Turki Yasar Guler, pejabat Qatar, Pakistan, dan Indonesia menghadiri penandatanganan Pakta Badr di Doha. Foto: Kementerian Pertahanan Turki
LANGIT7.ID-Turki;
Pakta pertahanan empat negara Badr bertujuan melepaskan ketergantungan pada penjualan senjata Barat dan ikatan politik yang menyertainya
Keputusan Turki, Pakistan, Qatar, dan Indonesia untuk bersama-sama mengembangkan dan memproduksi sistem persenjataan menandai dorongan besar untuk mengurangi ketergantungan pada persenjataan Barat yang disertai ikatan politik, kata para pengamat.
Setelah penandatanganan nota kesepahaman Badr di Doha pada Rabu, keempat pemerintah secara terpisah menyatakan akan bekerja menuju integrasi industri pertahanan dan rantai pasok mereka untuk memenuhi kebutuhan militer.
"Dengan memanfaatkan kemampuan masing-masing negara di bidang produksi militer, kerja sama dan integrasi akan tercapai, kapasitas industri pertahanan akan dikembangkan, dan kebutuhan negara-negara sekutu serta sahabat dapat terpenuhi," kata Kementerian Pertahanan Turki.
Turki, anggota NATO yang memiliki industri pertahanan paling produktif di kelompok baru ini, dijadwalkan menjadi tuan rumah sebagian besar fasilitas produksi. Namun teknologi Barat tetap tak tergantikan — terutama untuk propulsi canggih, avionik, sensor, dan komponen elektronik tertentu, kata para analis.