home global news

Soal Andrea Bocelli, UBN: Jangan Beri Panggung Pendukung Genosida

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 13:38 WIB
Ulama nasional sekaligus aktivis kemerdekaan Palestina, KH Bachtiar Nasir (UBN), menyampaikan penolakan keras terhadap rencana penyelenggaraan konser penyanyi tenor asal Italia, Andrea Bocelli.
Ulama nasional sekaligus aktivis kemerdekaan Palestina, KH Bachtiar Nasir (UBN), menyampaikan penolakan keras terhadap rencana penyelenggaraan konser penyanyi tenor asal Italia, Andrea Bocelli, di Indonesia. UBN menegaskan, pemerintah semestinya tidak memberikan ruang dan panggung bagi figur yang memiliki rekam jejak mendukung agresi militer maupun penjajahan Israel terhadap bangsa Palestina.

Konser bertajuk Romanza 30th Anniversary World Tour tersebut dijadwalkan berlangsung di dua lokasi, yakni Taman Lumbini, Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, pada Sabtu (31/10/2026) dan Jakarta International Expo (JIExpo), Kemayoran, Jakarta, pada Selasa (3/11/2026). Kendati Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan sejumlah organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam telah menyampaikan penolakan resmi, perizinan dari pihak berwenang tetap diterbitkan sehingga memicu kritik publik.

"Jangan beri panggung kepada pelaku sekaligus pendukung penjajah dan pelaku genosida di Gaza dan Palestina," ujar UBN di Jakarta, akhir pekan ini.

UBN menyatakan dukungan penuh terhadap sikap tegas MUI. Menurut dia, langkah MUI didasari kepedulian terhadap kemanusiaan dan kepentingan nasionalisme, bukan motif anti-seni atau antiagama. Ia secara khusus menyoroti rekam jejak Bocelli yang disebut pernah terlibat dalam agenda penggalangan dana bagi Friends of the Israel Defense Forces (FIDF) pada 2010.

"Itu berarti dia terlibat dalam pengumpulan amunisi pembantaian terhadap kemanusiaan dan mendukung penjajahan terhadap Palestina," tegasnya.

Selain rekam jejak pada 2010, UBN juga menyoroti sikap penyanyi tersebut pada 2023 yang dinilai hanya menunjukkan simpati kepada seorang sandera yang dibebaskan. Menurut dia, Bocelli tidak pernah menunjukkan kepedulian terhadap ribuan warga dan anak-anak Palestina yang selama puluhan tahun hidup dalam penindasan zionis.

UBN mengingatkan masyarakat dan pengambil kebijakan agar tidak terkecoh oleh simbolisme artifisial, seperti penggunaan syal pro-Palestina maupun pembagian bantuan kemanusiaan yang diinisiasi pihak penyelenggara menjelang konser.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya