home global news

Soal Kabar Pengerahan Pasukan ke Jakarta Pasca Penangkapan Eks Kapolri dan Geng, Pihak TNI Belum Berkomentar Terbuka

Rabu, 04 November 2026 - 09:42 WIB
Prajurit TNI bersiap menjalankan tugas pengamanan. TNI AL menyiapkan 20.980 personel untuk memperkuat pengamanan wilayah DKI Jakarta dalam empat tahap pengerahan.
LANGIT7.ID-Jakarta;

Pengerahan pasukan TNI dalam jumlah besar ke Jakarta menjadi perhatian publik di tengah mencuatnya kasus dugaan penyadapan ilegal yang menyeret sejumlah perwira Polri, termasuk mantan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Kabar mengenai pergeseran pasukan dari sejumlah daerah mulai beredar sejak 2 November 2026. Menanggapi hal tersebut, TNI menegaskan bahwa pengerahan personel merupakan bagian dari pelaksanaan tugas negara dan kesiapsiagaan menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Kepala Pusat Penerangan TNI Mayjen TNI Muhammad Nas mengatakan pengerahan personel dalam jumlah besar merupakan hal yang biasa dilakukan oleh institusi militer. "Pengerahan pasukan merupakan hal yang biasa dilakukan karena TNI dituntut senantiasa siap siaga untuk melindungi segenap bangsa dan menjaga keutuhan NKRI, selalu siap melaksanakan tugas berpedoman perundang-undangan yang berlaku," ujar Nas saat dikonfirmasi ANTARA di Jakarta, Selasa (3/11/2026). Meski demikian, Nas belum menjelaskan secara terperinci latar belakang pengerahan pasukan tersebut maupun jumlah personel yang digerakkan ke ibu kota. ANTARA juga sempat menanyakan apakah pergerakan pasukan itu berkaitan dengan kemungkinan aksi demonstrasi dalam waktu dekat. Namun, pertanyaan tersebut belum mendapat tanggapan dari Nas.

TNI AL Siapkan 20.980 Personel

Informasi lebih terperinci kemudian muncul dari TNI Angkatan Laut (TNI AL). Asisten Operasi Kepala Staf Angkatan Laut Yayan Sofiyan menyampaikan bahwa pihaknya menyiapkan total 20.980 personel untuk memperkuat pengamanan dan mengantisipasi perkembangan situasi di wilayah DKI Jakarta. Pengerahan tersebut dilakukan dalam empat tahap berdasarkan instruksi melalui Surat Telegram Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto. Tahap pertama dimulai pada 2 November 2026 dengan melibatkan 2.100 personel dari satuan TNI AL yang telah berada di wilayah Jakarta. Pasukan tersebut berasal dari Korps Marinir, Koarmada I, Kodaeral III, dan Kolinlamil.

Selanjutnya, tahap kedua dan ketiga dijadwalkan mengerahkan 5.740 personel dari luar Jakarta pada 4 November 2026. Pergeseran pasukan dilakukan melalui jalur laut menggunakan kapal perang Republik Indonesia (KRI) dan jalur darat. Sementara itu, tahap keempat menyiapkan 13.140 personel dari Markas Besar Angkatan Laut dan satuan di wilayah Jakarta.

Mereka ditempatkan dalam status siaga penuh di markas masing-masing dan dapat digerakkan sewaktu-waktu. "Total personel yang dikerahkan dari seluruh tahapan mencapai 20.980 personel," kata Yayan. Tujuan Pengerahan Masih Menunggu Penjelasan Sebelumnya, beredar informasi mengenai pengerahan personel dari tiga matra TNI ke Jakarta dalam jumlah besar. Namun, keterangan terperinci yang telah dipublikasikan sejauh ini baru menyebut rencana pengerahan personel TNI AL.

ANTARA telah berupaya meminta konfirmasi kepada Kepala Dinas Penerangan TNI AL Laksamana Pertama TNI Tunggul. Namun, hingga berita tersebut disampaikan, belum ada jawaban yang diberikan. Di tengah perhatian publik terhadap pergerakan pasukan, tujuan khusus pengerahan dan situasi yang diantisipasi masih memerlukan penjelasan lebih lanjut dari TNI. Belum ada keterangan resmi yang menghubungkan pengerahan personel tersebut dengan kasus dugaan penyadapan ilegal maupun rencana aksi demonstrasi dalam waktu dekat.

(lam)
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya