5 Tips Naik Level Kuliner Kaki Lima jadi Restoran Kekinian ala Penyetan Cok
Muhammad rifai akif
Kamis, 04 November 2021 - 11:33 WIB
Menu di Penyetan Cok. Foto : ShopeePay
Indonesia kaya akan keragaman budaya nusantara, salah satu bagian yang terpisahkan dari itu adalah kelezatan kulinernya. Potensi besar kuliner tanah air, membuat pemain lokal Penyetan Cok mempopulerkan makanan tradisional Indonesia ke level yang lebih tinggi.
Gerai makanan yang hadir sejak 2014 ini sukses mengangkat menu penyetan yang umumnya dijumpai di tenda kuliner kaki lima, “naik kelas” menjadi restoran berskala nasional. Berpusat di kota Surabaya, kini Penyetan Cok telah tersebar di lebih dari 50 cabang kota Jabodetabek, Sidoarjo, Gresik, Semarang, dan Solo.
Founder & Owner Penyetan Cok Julius Putranto Komang menjelaskan sebagai brand lokal asli Surabaya ini ingin mengangkat kekayaan lokal melalui nikmatnya kuliner asli nusantara. Dimulai dari mimpi sederhana untuk membawa menu penyetan “naik kelas”, kami memberikan sentuhan modern dengan cita rasa legendaris.
"Kualitas rasa selalu menjadi komitmen nomor satu. Di samping itu, kami juga tidak pernah berhenti untuk melakukan inovasi agar dapat mengikuti perkembangan zaman dan memenuhi kebutuhan pelanggan, mulai dari jenis menu, interior restoran, hingga kemudahan pelanggan dalam bertransaksi melalui adopsi pembayaran digital.” kata Julius.
Kesuksesan yang direngkuh oleh Julius tentunya tak lepas dari perumusan strategi praktis yang tepat seperti yang terangkum berikut ini:
Jangan hanya berpaku pada tren, temukan potensi di sekitar
Enggan mengikuti arus tren viral yang umumnya hanya sesaat, Penyetan Cok justru mengawali bisnis kuliner dengan memaksimalkan bahan makanan tradisional, yakni cabai dan rempah-rempah pilihan. Menurut Julius, kunci dari bisnis kuliner yang langgeng adalah menyediakan makanan andalan yang dapat bertahan lintas zaman, serta cocok dengan selera seluruh masyarakat Indonesia.
Gerai makanan yang hadir sejak 2014 ini sukses mengangkat menu penyetan yang umumnya dijumpai di tenda kuliner kaki lima, “naik kelas” menjadi restoran berskala nasional. Berpusat di kota Surabaya, kini Penyetan Cok telah tersebar di lebih dari 50 cabang kota Jabodetabek, Sidoarjo, Gresik, Semarang, dan Solo.
Founder & Owner Penyetan Cok Julius Putranto Komang menjelaskan sebagai brand lokal asli Surabaya ini ingin mengangkat kekayaan lokal melalui nikmatnya kuliner asli nusantara. Dimulai dari mimpi sederhana untuk membawa menu penyetan “naik kelas”, kami memberikan sentuhan modern dengan cita rasa legendaris.
"Kualitas rasa selalu menjadi komitmen nomor satu. Di samping itu, kami juga tidak pernah berhenti untuk melakukan inovasi agar dapat mengikuti perkembangan zaman dan memenuhi kebutuhan pelanggan, mulai dari jenis menu, interior restoran, hingga kemudahan pelanggan dalam bertransaksi melalui adopsi pembayaran digital.” kata Julius.
Kesuksesan yang direngkuh oleh Julius tentunya tak lepas dari perumusan strategi praktis yang tepat seperti yang terangkum berikut ini:
Jangan hanya berpaku pada tren, temukan potensi di sekitar
Enggan mengikuti arus tren viral yang umumnya hanya sesaat, Penyetan Cok justru mengawali bisnis kuliner dengan memaksimalkan bahan makanan tradisional, yakni cabai dan rempah-rempah pilihan. Menurut Julius, kunci dari bisnis kuliner yang langgeng adalah menyediakan makanan andalan yang dapat bertahan lintas zaman, serta cocok dengan selera seluruh masyarakat Indonesia.