Demi Imunitas Santri, Ponpes Darul Ulum Gelar Vaksinasi Massal
Muhajirin
Jum'at, 16 Juli 2021 - 21:14 WIB
Ratusan santri Pesantren Darul Ulum, Kepuhdoko, Tembelang, Jombang, Jawa Timur mengikuti vaksinasi massal. Kegiatan vaksinasi itu dihadiri Wakil Bupati Jombang Sumrambah, Kepala Kejaksaan Negeri Jombang Imran, Kepala Dinas Kesehatan jombang drg Subandriya
Ratusan santri Pesantren Darul Ulum, Kepuhdoko, Tembelang, Jombang, Jawa Timur mengikuti vaksinasi massal. Selain menjaga kekebalan tubuh para santri, vaksinasi juga bertujuan untuk memaksimalkan pendidikan di dalam santri.
Kegiatan vaksinasi itu dihadiri Wakil Bupati Jombang Sumrambah, Kepala Kejaksaan Negeri Jombang Imran, Kepala Dinas Kesehatan jombang drg Subandriyah dan tim Satuan Tugas (Satgas) Covid-19. Kemudian penyaluran vaksin Sinovac dilakukan oleh Dinas Kesehatan dan Puskesmas Jatiwates Jombang.
"Ini dilakukan untuk membentuk kekebalan tubuh santri, utamanya yang berusia 12 hingga 17 tahun. Harapan kami, pada saat Pembelajaran Tatap Muka (PTM) dilaksanakan, para santri siap menghadapi virus Covid-19," kata Pengasuh Pesantren Darul Ulum Kepuhdoko Jombang, KH Musta’in Hasan, dikutip dari laman NU Online, Jumat (16/7/2021).
Program vaksinasi itu sudah memasuki tahap kedua. Vaksin gelombang kedua diberikan kepada 820 santri dari 2300 orang. Pada gelombang kedua, sebanyak 860 santri mendapatkan vaksin. Kemudian gelombang ketiga sebanyak 630 santri akan divaksin.
Kiai Musta’in mengatakan, pihak pondok pesantren telah berupaya semaksimal mungkin menerapkan protokol kesehatan (prokes) untuk mecegah penyebaran Covid-19 di lingkungan pondok. Selain vaksin, Darul Ulum ternyata telah melakukan ragam antisipatif untuk mencegah wabah tersebut, di antaranya penerapan prokes ketat dan pembentukan Satuan Tugas (satgas) di tiap-tiap unit sekolah dan pesantren.
"Kami juga menyediakan fasilitas penunjang prokes seperti bilik disinfektan, tempat mencuci tangan, thermogun, dan lain-lain," ucap Kiai Musta’in. Selain itu, Darul Ulum juga memberi pelajaran mengenai pembuatan obat herbal yang dapat meningkatkan imunitas santri.
Selama PPKM Darurat, Kiai Musta’in menegaskan pihak pondok mematuhi kebijakan pemerintah, sehingga proses pembelajaran sementara dilakukan secara daring. "Oleh karena pesantren diberi kebebasan Kementerian Agama untuk melakukan PTM, maka setelah 21 Juli nanti pembelajaran akan dilakukan secara tatap muka dengan pola minimal," ucapnya.
Kegiatan vaksinasi itu dihadiri Wakil Bupati Jombang Sumrambah, Kepala Kejaksaan Negeri Jombang Imran, Kepala Dinas Kesehatan jombang drg Subandriyah dan tim Satuan Tugas (Satgas) Covid-19. Kemudian penyaluran vaksin Sinovac dilakukan oleh Dinas Kesehatan dan Puskesmas Jatiwates Jombang.
"Ini dilakukan untuk membentuk kekebalan tubuh santri, utamanya yang berusia 12 hingga 17 tahun. Harapan kami, pada saat Pembelajaran Tatap Muka (PTM) dilaksanakan, para santri siap menghadapi virus Covid-19," kata Pengasuh Pesantren Darul Ulum Kepuhdoko Jombang, KH Musta’in Hasan, dikutip dari laman NU Online, Jumat (16/7/2021).
Program vaksinasi itu sudah memasuki tahap kedua. Vaksin gelombang kedua diberikan kepada 820 santri dari 2300 orang. Pada gelombang kedua, sebanyak 860 santri mendapatkan vaksin. Kemudian gelombang ketiga sebanyak 630 santri akan divaksin.
Kiai Musta’in mengatakan, pihak pondok pesantren telah berupaya semaksimal mungkin menerapkan protokol kesehatan (prokes) untuk mecegah penyebaran Covid-19 di lingkungan pondok. Selain vaksin, Darul Ulum ternyata telah melakukan ragam antisipatif untuk mencegah wabah tersebut, di antaranya penerapan prokes ketat dan pembentukan Satuan Tugas (satgas) di tiap-tiap unit sekolah dan pesantren.
"Kami juga menyediakan fasilitas penunjang prokes seperti bilik disinfektan, tempat mencuci tangan, thermogun, dan lain-lain," ucap Kiai Musta’in. Selain itu, Darul Ulum juga memberi pelajaran mengenai pembuatan obat herbal yang dapat meningkatkan imunitas santri.
Selama PPKM Darurat, Kiai Musta’in menegaskan pihak pondok mematuhi kebijakan pemerintah, sehingga proses pembelajaran sementara dilakukan secara daring. "Oleh karena pesantren diberi kebebasan Kementerian Agama untuk melakukan PTM, maka setelah 21 Juli nanti pembelajaran akan dilakukan secara tatap muka dengan pola minimal," ucapnya.
(asf)