Kunci Memulai Wirausaha Manjur ala Muhammadiyah
Fajar adhitya
Kamis, 16 Juni 2022 - 12:50 WIB
Logmart salah satu jaringan usaha retail milik Muhammadiyah. Foto Suara Muhammadiyah
Muhammadiyah merupakan organisasi yang sukses dalam mengembangkan bisnis untuk mendanai aktivitas dakwah dan sosialnya lewat Amal Usaha Muhammadiyah (AUM). Total aset Muhammadiyah ditaksir mencapai Rp320 triliun lebih.
Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Abdul Mu’ti pernah membagikan tips bisnis ala Muhammadiyah. Intinya, kata dia, siapapun yang ingin memulai berwirausaha harus memiliki keyakinan kuat terhadap bisnis yang akan dijalankannya.
Selain itu, kata dia, seorang wirausahawan harus pandai membangun jaringan. Ia juga mesti mempunyai integritas tinggi dan berakhlak baik untuk mengikat kepercayaan pasar.
“Kekuatan bisnis itu terletak pada network-nya bagaimana membangun pasar dan membangun kepercayaan pasar,” kata Mu’ti mengutip Muhammadiyah.or.id.
Muhammadiyah telah membangun berbagai jaringan usaha retail seperti Logmart, TokoMu, dan Toko Kita di hampir setiap daerah. Bagi yang ingin berbisnis dari nol, berbagai lini bisnis itu bisa digunakan untuk belajar mengembangkan bisnis baru.
Mu’ti mengatakan, konsumen tidak akan mempedulikan latar belakang penjual bila telah mendapat kepercayaan. Ia mencontohkan, salah satu supermarket di dekat tempat tinggalnya yang dikelola dengan nuansa Islam yang memiliki banyak pelanggan dari tokoh agama lain.
“Maksud saya, Muhammadiyah itu sangat bisa melakukannya. Kuncinya jangan banyak rapat. Kalau kebanyakan rapat nanti ga jadi-jadi. Mulai saja dulu, perkuat jaringan, perbaiki pelayanan,” imbuhnya.
Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Abdul Mu’ti pernah membagikan tips bisnis ala Muhammadiyah. Intinya, kata dia, siapapun yang ingin memulai berwirausaha harus memiliki keyakinan kuat terhadap bisnis yang akan dijalankannya.
Selain itu, kata dia, seorang wirausahawan harus pandai membangun jaringan. Ia juga mesti mempunyai integritas tinggi dan berakhlak baik untuk mengikat kepercayaan pasar.
“Kekuatan bisnis itu terletak pada network-nya bagaimana membangun pasar dan membangun kepercayaan pasar,” kata Mu’ti mengutip Muhammadiyah.or.id.
Muhammadiyah telah membangun berbagai jaringan usaha retail seperti Logmart, TokoMu, dan Toko Kita di hampir setiap daerah. Bagi yang ingin berbisnis dari nol, berbagai lini bisnis itu bisa digunakan untuk belajar mengembangkan bisnis baru.
Mu’ti mengatakan, konsumen tidak akan mempedulikan latar belakang penjual bila telah mendapat kepercayaan. Ia mencontohkan, salah satu supermarket di dekat tempat tinggalnya yang dikelola dengan nuansa Islam yang memiliki banyak pelanggan dari tokoh agama lain.
“Maksud saya, Muhammadiyah itu sangat bisa melakukannya. Kuncinya jangan banyak rapat. Kalau kebanyakan rapat nanti ga jadi-jadi. Mulai saja dulu, perkuat jaringan, perbaiki pelayanan,” imbuhnya.
(zul)