home lifestyle muslim

Gaun Biru Pria Gurun Sahara, Cermin Budaya yang Masih Melekat

Selasa, 09 November 2021 - 11:41 WIB
Seorang pria di Gurun Sahara yang masih mengenakan Daraa, budaya setempat. Foto: BBC via Pinterest
Daraa Sahara atau boubou, gaun panjang dan longgar dan tagelmusts (kain yang digunakan sebagai sorban atau penutup kepala dan wajah), adalah dua pakaian pokok utama bagi pria pengembara tradisional di Gurun Sahara, Afrika Utara.

Berasal dari ratusan tahun lalu, sekitar abad ke-7 dan ke-8, masyarakat setempat mengatakan pakaian tersebut melambangkan rasa malu dan kerendahan hati. Selain juga berfungsi sebagai pelindung dari sinar matahari dan badai pasir yang sering terjadi di wilayah tersebut.

Di lain sisi gaya dan bentuk Daraa memungkinkan aliran udara yang tepat, terlebih di kondisi gurun sehingga membantu pria Sahara menghemat cairan tubuh saat berada di tengah gurun.

Baca juga: Mengenal Budaya Baba dan Nyonya Lewat 6 Kegiatan Ramah Muslim di Singapura

Sayangnya, saat ini gaya busana pria Sahara perlahan berubah cenderung ke gaya Barat. Seakan Daraa menjadi peninggalan masa lalu. Meski begitu, di Mauritania, mayoritas prianya mengenakan Daraa dan tagelmust (kain penutup kepala) dalam nuansa biru yang menawan. Menjadikan budaya memakai Daraa tetap hidup, meski untuk beberapa waktu.

#(Sumber: Pinterest)#

Tempat Peleburan Sahara
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
budaya fesyen muslim gurun sahara
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya