Islam di Amerika
Mahasiswa Muslim California Tak Surut Berdakwah Meski Kuliah di Kampus Sekuler
Muhajirin
Rabu, 10 November 2021 - 20:29 WIB
Muslim Student Association (MSA) California State University, Northridge (CSUN) (foto: sundial.csun.edu)
Tinggal di negeri minoritas muslim tidak menyurutkan semangat dakwah sekelompok mahasiswa di California State University, Northridge (CSUN). Di kampus umum yang tergolong sekuler, mereka mendirikan Muslim Student Association (MSA) sebagai wadah bagi mahasiswa muslim yang ingin mengenal Islam.
Presiden MSA, Redhwan Ahmed, mengatakan, klub itu dibuka untuk semua kalangan mahasiswa. Klub tersebut membantu menghadirkan inklusivitas bagi mahasiswa muslim dan nonmuslim, sambil menyediakan sumber daya pendidikan untuk semua.
Dalam visi MSA, para mahasiswa itu menggabungkan lima rukun Islam yakni syahadat, shalat, zakat, puasa, dan haji sebagai pijakan dalam beraktivitas.
Ahmed mengaku sangat senang bercerita tentang keindahan ajaran Islam kepada siapapun. Dia juga selalu menempatkan Nabi Muhammad SAW sebagai idola. Ia ingin menunjukkan bahwa baginda nabi merupakan sosok teladan di setiap sisi kehidupan.
“Cara dia (Nabi Muhammad) merawat orang-orang, belas kasih yang selalu dia tunjukkan, betapa berprinsipnya dia, dan betapa berkomitmennya dia pada tujuannya, semuanya merupakan faktor penting yang menginspirasi saya untuk berbagi cara hidup (Islam) ini,” kata Ahmed, dikutip dari laman Sundial CSUN, Rabu (10/11/2021).
Mahasiswa yang bergabung dalam klub itu berkesempatan untuk mengembangkan keterampilan seperti komunikator ulung, pembicara publik, dan pemimpin. Koordinator Klum, Maraam Hijaz, mengatakan, setiap bulan klub mengumpulkan uang untuk amal dengan menjual kartu bingo. Para anggota akan bersedekah sesuai keinginan mereka.
Selain itu, klub juga mengundang berbagai pendakwah ke dalam majelis ilmu yang mereka adakan. Majelis itu merupakan cara untuk mendidik para anggota. Dalam halaqah itu, seorang syekh akan datang membahas topik-topik penting dalam ajaran Islam dan paling dekat kehidupan mahasiswa.
Presiden MSA, Redhwan Ahmed, mengatakan, klub itu dibuka untuk semua kalangan mahasiswa. Klub tersebut membantu menghadirkan inklusivitas bagi mahasiswa muslim dan nonmuslim, sambil menyediakan sumber daya pendidikan untuk semua.
Dalam visi MSA, para mahasiswa itu menggabungkan lima rukun Islam yakni syahadat, shalat, zakat, puasa, dan haji sebagai pijakan dalam beraktivitas.
Ahmed mengaku sangat senang bercerita tentang keindahan ajaran Islam kepada siapapun. Dia juga selalu menempatkan Nabi Muhammad SAW sebagai idola. Ia ingin menunjukkan bahwa baginda nabi merupakan sosok teladan di setiap sisi kehidupan.
“Cara dia (Nabi Muhammad) merawat orang-orang, belas kasih yang selalu dia tunjukkan, betapa berprinsipnya dia, dan betapa berkomitmennya dia pada tujuannya, semuanya merupakan faktor penting yang menginspirasi saya untuk berbagi cara hidup (Islam) ini,” kata Ahmed, dikutip dari laman Sundial CSUN, Rabu (10/11/2021).
Mahasiswa yang bergabung dalam klub itu berkesempatan untuk mengembangkan keterampilan seperti komunikator ulung, pembicara publik, dan pemimpin. Koordinator Klum, Maraam Hijaz, mengatakan, setiap bulan klub mengumpulkan uang untuk amal dengan menjual kartu bingo. Para anggota akan bersedekah sesuai keinginan mereka.
Selain itu, klub juga mengundang berbagai pendakwah ke dalam majelis ilmu yang mereka adakan. Majelis itu merupakan cara untuk mendidik para anggota. Dalam halaqah itu, seorang syekh akan datang membahas topik-topik penting dalam ajaran Islam dan paling dekat kehidupan mahasiswa.