IDI: Fasilitas Kesehatan Indonesia Terjadi Functional Collapse
Ilham anugrah
Sabtu, 17 Juli 2021 - 11:33 WIB
Pemberian dosis vaksin guna mewujudkan kekebalan komunal atau herd immunity menuju Indonesia sehat. ANTARA FOTO/Didik Suhartono
Covid-19 di Indonesia bertambah lagi, hari ini ada 54.000 orang yang terkena virus dan harus dirawat di Rumah Sakit. Semakin banyaknya orang yang terkena virus ini menyebabkan fasilitas kesehatan berada di fase kolaps secara fungsional.
Pasalnya, jumlah tenaga kesehatan yang menangani covid-19 semakin terbatas, ketersediaan alat kesehatan seperti oksigen semakin menipis dan berdampak buruk pada pasien. Menurut Ketua Tim Mitigasi Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) Adib Khumaidi kondisi ini sangat mengkhawatirkan.
"Ini baru functional collapse, bukan structural collapse ya, karena IGD-nya masih ada, bisa dibuat tenda, bisa tambah tempat tidur. Tapi secara functional collapse," kata Adib pada Langit7.id, Jumat (16/7).
Untuk itu, ia meminta kepada pemerintah untuk lebih cepat dan sigap dalam memenuhi kebutuhan para nakes dan faskes. Pasalnya, lonjakan kasus covid-19 belakangan ini membuat banyak dokter kelelahan, terpapar, hingga meninggal dunia.
“Tentu pemerintah harus sigap dan cepat dalam membuat regulasi untuk memfasilitasi para nakes dan faskes, sehingga pandemi ini bisa teratasi dengan maksimal,” katanya.
Ia juga meminta kepada pemerintah agar sosialiasasi kepada masyarakat untuk bagi yang terkena covid-19 untuk segera merujuk ke faskes terdekat, begitu juga yang isolasi mandiri (isoman) disampaikan secara masif. "Jadi yang kita intervensi adalah suatu kebijakan pemerintah agar ini tidak collapse dari sisi functional,” katanya.
Ia mencatat ada 63 dokter yang meninggal dunia akibat terinfeksi Virus Corona bulan ini. Jumlah itu meningkat pesat dibandingkan bulan-bulan sebelumnya yang sempat mencatat kasus kematian dokter di bawah 10 orang, pada April-Mei 2021.
Pasalnya, jumlah tenaga kesehatan yang menangani covid-19 semakin terbatas, ketersediaan alat kesehatan seperti oksigen semakin menipis dan berdampak buruk pada pasien. Menurut Ketua Tim Mitigasi Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) Adib Khumaidi kondisi ini sangat mengkhawatirkan.
"Ini baru functional collapse, bukan structural collapse ya, karena IGD-nya masih ada, bisa dibuat tenda, bisa tambah tempat tidur. Tapi secara functional collapse," kata Adib pada Langit7.id, Jumat (16/7).
Untuk itu, ia meminta kepada pemerintah untuk lebih cepat dan sigap dalam memenuhi kebutuhan para nakes dan faskes. Pasalnya, lonjakan kasus covid-19 belakangan ini membuat banyak dokter kelelahan, terpapar, hingga meninggal dunia.
“Tentu pemerintah harus sigap dan cepat dalam membuat regulasi untuk memfasilitasi para nakes dan faskes, sehingga pandemi ini bisa teratasi dengan maksimal,” katanya.
Ia juga meminta kepada pemerintah agar sosialiasasi kepada masyarakat untuk bagi yang terkena covid-19 untuk segera merujuk ke faskes terdekat, begitu juga yang isolasi mandiri (isoman) disampaikan secara masif. "Jadi yang kita intervensi adalah suatu kebijakan pemerintah agar ini tidak collapse dari sisi functional,” katanya.
Ia mencatat ada 63 dokter yang meninggal dunia akibat terinfeksi Virus Corona bulan ini. Jumlah itu meningkat pesat dibandingkan bulan-bulan sebelumnya yang sempat mencatat kasus kematian dokter di bawah 10 orang, pada April-Mei 2021.