LANGIT7.ID-Jakarta; Badan Moderasi Beragama dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BMBPSDM) Kementerian Agama menjajaki sinergi bersama Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) serta Canva untuk memperkuat literasi digital di lingkungan pendidikan keagamaan. Langkah ini untuk mendukung implementasi Peraturan Pemerintah tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak (PP Tunas) sekaligus meningkatkan kompetensi guru dan peserta didik di ruang digital.
Penjajakan kerja sama ini dibahas dalam pertemuan tiga pihak di kantor pusat Kementerian Agama, Jakarta. Sejumlah isu yang dibahas yaitu penguatan literasi digital, pelindungan anak di ruang digital, serta pemanfaatan platform pembelajaran berbasis teknologi.
Kepala BMBPSDM Kementerian Agama, Muhammad Ali Ramdhani, menyambut baik peluang kolaborasi dengan Komdigi dan pihak swasta. Menurutnya, sinergi antarlembaga perlu ditindaklanjuti melalui langkah operasional yang jelas agar memberi manfaat bagi pengembangan sumber daya manusia di Kementerian Agama.
“Secara prinsip frekuensinya sudah ketemu, tinggal ditindaklanjuti pada ruang-ruang yang operasional. Namun, kerja sama denganpihak di luar pemerintah tentu harus memiliki payung hukum agar pelaksanaannya berjalan baik dan memberikan kepastian bagi semua pihak,” ungkapnya di Jakarta, dikutip Jumat (7/8/2026).
Ia menambahkan, BMBPSDM akan menugaskan pejabat penghubung (person in charge/PIC) untuk berkoordinasi dengan Komdigi dalam menyiapkan langkah-langkah tindak lanjut. Sementara itu, pembahasan mengenai kerja sama dengan Canva akan dilakukan melalui koordinasi antarlembaga setelah mekanisme dan dasar hukum yang diperlukan disiapkan.
Kepala BPSDM Komdigi, Bonifasius Wahyu Pudjianto, menegaskan pentingnya pengawalan terhadap PP Tunas di lingkungan pendidikan. Menurutnya, pemanfaatan teknologi digital harus diimbangi dengan upaya memproteksi anak dari berbagai risiko di ruang digital.
“Teknologi digital memberikan manfaat yang luar biasa. Namun, ada titik-titik yang harus kita jaga agar anak-anak tidak terjerumus pada dampak negatif. Karena itu, pelindungan anak di ruang digital menjadi amanat yang harus kita jalankan bersama,” ujarnya.
Selain memperkuat pelindungan anak, Bonifasius menjelaskan Komdigi terus membangun kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan untuk meningkatkan literasi digital dan kompetensi talenta digital nasional. Sinergi dengan Kementerian Agama diharapkan dapat memperluas akses guru dan peserta didik terhadap berbagai program pengembangan kapasitas digital.
Head of Canva Asia Tenggara, Willix Halim, memaparkan pemanfaatan Canva Education di sektor pendidikan Indonesia. Ia menjelaskan bahwa layanan tersebut telah digunakan oleh jutaan guru dan siswa serta memiliki berbagai fitur yang mendukung proses pembelajaran, mulai dari penyusunan materi ajar, pembuatan media pembelajaran, hingga pemanfaatan teknologi berbasis kecerdasan artifisial (AI).
Audiensi ini menjadi langkah awal penjajakan kolaborasi antara BMBPSDM Kemenag, Komdigi, dan Canva dalam memperkuat ekosistem literasi digital di lingkungan pendidikan keagamaan. Ke depan, pembahasan teknis akan dilakukan secara bertahap sesuai kebutuhan program dan ketentuan yang berlaku.
(lam)