Komunitas Muslim di Polandia Bantu Salurkan Makanan untuk Migran
Hasanah syakim
Senin, 15 November 2021 - 15:02 WIB
Seorang pengungsi wanita di Belarus yang duduk di pinggir jalan karena kelelahan di tahun 2015. Foto: LANGIT7/iStock
Ketua komunitas muslim lokal di Bohoniki, Polandia, Maciej Szczęsnowicz menangis melihat para pengungsi di perbatasan yang kelaparan dan kehausan, saat mencoba masuk dari Belarus.
Szczęsnowicz melihat para pengungsi tersebut sangat kelelahan sehingga tidak bisa lagi berdiri dan juga kelaparan, hingga membuat mereka memetik jamur dari tanah untuk dimakan. Bahkan, saat diberi apel, para pengungsi tersebut juga memakan bijinya.
Tapi yang paling menyakitinya adalah mendengar suara penderitaan mereka.“Itu suara tangisan dan jeritan anak-anak, itu hal terburuk,” kataSzczęsnowicz seperti dilansir dari Arab News, Senin (15/11/2021).
Baca juga: PBB dan Bangladesh Kerja Sama Bantu Pengungsi Rohingya
Polandia menjadi saksi para migran dari Timur Tengah yang menyeberang dari Belarus melalui hutan dan rawa. Szczęsnowicz dan komunitasnya mulai bekerja membantu mengumpulkan pakaian dan menyiapkan makanan untuk mereka.
Sejumlah besar migran muncul minggu ini di perbatasan Polandia, mengintensifkan kebuntuan politik antara Uni Eropa dan Belarus. Dengan penumpukan pasukan di perbatasan, Szczęsnowicz juga membantu memberi makan tentara dan petugas lainnya yang melindungi negara.
AP mengunjunginya pada hari Sabtu di sebuah restoran di mana dia dan sukarelawan lainnya sedang menyiapkan makanan berupa sup ayam dan sayuran. Santapan tersebut ditujukan untuk tentara dan penjaga lain di perbatasan, tetapi dia berharap beberapa juga bisa sampai ke para imigran.
Szczęsnowicz melihat para pengungsi tersebut sangat kelelahan sehingga tidak bisa lagi berdiri dan juga kelaparan, hingga membuat mereka memetik jamur dari tanah untuk dimakan. Bahkan, saat diberi apel, para pengungsi tersebut juga memakan bijinya.
Tapi yang paling menyakitinya adalah mendengar suara penderitaan mereka.“Itu suara tangisan dan jeritan anak-anak, itu hal terburuk,” kataSzczęsnowicz seperti dilansir dari Arab News, Senin (15/11/2021).
Baca juga: PBB dan Bangladesh Kerja Sama Bantu Pengungsi Rohingya
Polandia menjadi saksi para migran dari Timur Tengah yang menyeberang dari Belarus melalui hutan dan rawa. Szczęsnowicz dan komunitasnya mulai bekerja membantu mengumpulkan pakaian dan menyiapkan makanan untuk mereka.
Sejumlah besar migran muncul minggu ini di perbatasan Polandia, mengintensifkan kebuntuan politik antara Uni Eropa dan Belarus. Dengan penumpukan pasukan di perbatasan, Szczęsnowicz juga membantu memberi makan tentara dan petugas lainnya yang melindungi negara.
AP mengunjunginya pada hari Sabtu di sebuah restoran di mana dia dan sukarelawan lainnya sedang menyiapkan makanan berupa sup ayam dan sayuran. Santapan tersebut ditujukan untuk tentara dan penjaga lain di perbatasan, tetapi dia berharap beberapa juga bisa sampai ke para imigran.