LANGIT7.ID - Belarus - Ketua komunitas muslim lokal di Bohoniki, Polandia, Maciej Szczęsnowicz menangis melihat para pengungsi di perbatasan yang kelaparan dan kehausan, saat mencoba masuk dari Belarus.
Szczęsnowicz melihat para pengungsi tersebut sangat kelelahan sehingga tidak bisa lagi berdiri dan juga kelaparan, hingga membuat mereka memetik jamur dari tanah untuk dimakan. Bahkan, saat diberi apel, para pengungsi tersebut juga memakan bijinya.
Tapi yang paling menyakitinya adalah mendengar suara penderitaan mereka.“Itu suara tangisan dan jeritan anak-anak, itu hal terburuk,” kata Szczęsnowicz seperti dilansir dari Arab News, Senin (15/11/2021).
Baca juga: PBB dan Bangladesh Kerja Sama Bantu Pengungsi RohingyaPolandia menjadi saksi para migran dari Timur Tengah yang menyeberang dari Belarus melalui hutan dan rawa. Szczęsnowicz dan komunitasnya mulai bekerja membantu mengumpulkan pakaian dan menyiapkan makanan untuk mereka.
Sejumlah besar migran muncul minggu ini di perbatasan Polandia, mengintensifkan kebuntuan politik antara Uni Eropa dan Belarus. Dengan penumpukan pasukan di perbatasan, Szczęsnowicz juga membantu memberi makan tentara dan petugas lainnya yang melindungi negara.
AP mengunjunginya pada hari Sabtu di sebuah restoran di mana dia dan sukarelawan lainnya sedang menyiapkan makanan berupa sup ayam dan sayuran. Santapan tersebut ditujukan untuk tentara dan penjaga lain di perbatasan, tetapi dia berharap beberapa juga bisa sampai ke para imigran.
Sementara itu, daerah perbatasan menjadi wilayah terlarang yang diberlakukan sejak September lalu. Karenanya, mengirim makanan ke perbatasan memberinya akses yang tak dimiliki orang lain, sehingga dirinya bisa melihat penderita para imigran di seberang pagar kawat berduri di Belarusia.
Ribuan migran telah berusaha selama berbulan-bulan untuk menyelinap melalui perbatasan timur Polandia dari Belarusia, berharap bisa menuju Eropa Barat.
Bagi politisi Polandia dan Uni Eropa, kedatangan para migran yang sebagian besar adalah Muslim dari Timur Tengah, dipandang sebagai masalah untuk dihentikan.
Tetapi ada sejumlah besar orang Polandia yang hanya melihat manusia membutuhkan uluran tangan dan telah mencari cara untuk membantu mereka. Petugas medis telah pergi ke hutan untuk memberikan bantuan medis kepada mereka yang berhasil lolos. Sementara itu, orang-orang di seluruh negeri telah menyumbangkan uang kepada organisasi untuk penyaluran bantuan makanan dan lainnya bagi migran yang berada di hutan.
Baca juga: Prancis Tahan Lima Pengungsi AfghanistanSebagian besar sukarelawan adalah Katolik Roma, tetapi Szczęsnowicz mengepalai komunitas Muslim di Bohoniki, di mana minoritas kecil ini masih tinggal dan merupakan keturunan dari populasi Muslim Tatar yang menetap di daerah itu 600 tahun yang lalu.
Namun, dia mengatakan identitas Muslimnya hanya sekunder dalam hal membantu para migran.
“Kami seharusnya membantu semua orang yang memasuki perbatasan Polandia. Semua orang ya, karena mereka manusia,” katanya.
Situasi di kawasan itu bisa mematikan, dengan sembilan kematian dilaporkan sejauh ini, termasuk kematian seorang pemuda Suriah yang dilaporkan pada hari Sabtu lalu. Risiko meningkat saat musim dingin mendekat. Szczęsnowicz khawatir bahwa "di sini akan ada lebih banyak kematian."
(est)