Sukses dari Honda ke Yamaha dan Gagal Saat di Ducati, Rossi: Aku Tak Menyesal
Ahmad zuhdi
Rabu, 17 November 2021 - 10:35 WIB
GP Republik Ceko 2003, aksi selebrasi Valentino Rossi bersama Repsol Honda di Sirkuit Brno saat mengalahkan Pebalap Gresini Honda Sete Gibernau. Foto: Istimewa
Valentino Rossi akhirnya memutuskan pensiun di ujung perhelatan MotoGP 2021. Rossi gagal menggenapi sembilan gelar juara dunia milikinya menjadi 10 dan karena hal tersebut dia menyesalinya.
Musim 2009 menjadi musim terakhir Rossi memenangkan gelar juara dunia MotoGP. Keputusannya bergabung dengan Ducati setahun kemudian ternyata salah. Meninggalkan Yamaha justru membuat Rossi tidak kompetitif.
Baca Juga:Inter Milan Beri Penghormatan Terakhir untuk Valentino Rossi
Hal tersebut ditandai dengan jarangnya Rossi naik podium. Bayangkan, dalam dua tahun bersama Ducati dirinya hanya dua kali berhasil naik podium.
Catatan buruk bersama pabrikan motor asal Italia membuat Rossi kembali ke Yamaha pada 2021. Hanya saja, penampilannya tidak semoncer musim-musim sebelumnya. Rossi kesulitan bersaing dengan para rider-rider muda potensial. Prestasi terbaikThe Doctorhanya menjadirunner-uptiga musim beruntun.
Kehebatan Rossi menunggangi kuda besi perlahan termakan usia. Sementara, setiap musimnya selalu lahir pebalap muda berbakat yang siap berebut mahkota juara. Pebalap berambut kriting itu pun perlahan kian kesulitan mewujudkan mimpi menggapai gelar ke-10.
Baca Juga:Valentino Rossi Pensiun, Yamaha M1 Beri Surat Cinta
Musim 2009 menjadi musim terakhir Rossi memenangkan gelar juara dunia MotoGP. Keputusannya bergabung dengan Ducati setahun kemudian ternyata salah. Meninggalkan Yamaha justru membuat Rossi tidak kompetitif.
Baca Juga:Inter Milan Beri Penghormatan Terakhir untuk Valentino Rossi
Hal tersebut ditandai dengan jarangnya Rossi naik podium. Bayangkan, dalam dua tahun bersama Ducati dirinya hanya dua kali berhasil naik podium.
Catatan buruk bersama pabrikan motor asal Italia membuat Rossi kembali ke Yamaha pada 2021. Hanya saja, penampilannya tidak semoncer musim-musim sebelumnya. Rossi kesulitan bersaing dengan para rider-rider muda potensial. Prestasi terbaikThe Doctorhanya menjadirunner-uptiga musim beruntun.
Kehebatan Rossi menunggangi kuda besi perlahan termakan usia. Sementara, setiap musimnya selalu lahir pebalap muda berbakat yang siap berebut mahkota juara. Pebalap berambut kriting itu pun perlahan kian kesulitan mewujudkan mimpi menggapai gelar ke-10.
Baca Juga:Valentino Rossi Pensiun, Yamaha M1 Beri Surat Cinta