Sedimentasi Danau Rawa Pening Ambarawa Berada dalam Level Kritis
Hasanah syakim
Kamis, 18 November 2021 - 17:53 WIB
Tim Indonesia CARE dan sejumlah komunitas membersihkan enceng gondok di lokasi Danau Rawa Pening, Ambarawa. (foto: istimewa)
Sedimentari Danau Rawa Pening yang terletak di Ambarawa Jawa Tengah ditengarai berada dalam kondisi kritis.
Pemerintah melalui tim Penyelamatan Danau Prioritas Nasional merupaya untuk mengangkat sedimentasi danau tersebut.
Dalam rilis yang diterima Langit7, berulangkali tim terus berusaha mengangkat sedimentasi yang ada didasar danau seluas 2.670 hektartersebut untuk memperbesar daya tampung air yang masuk ke Rawa Pening, namun tak juga bisa tuntas.
"Bahkan kini luasan danau kian kritis karena menyusut oleh tanaman eceng gondok," ujar Direktur Eksekutif Indonesia CARE, Lukman Azis Kurniawan dikutip Langit7, Kamis (18/11/2021).
Baca juga:Branding Danau Toba Sebagai Jejak Letusan Gunung Api Terbesar Di Dunia Harus Menjadi Kebanggaan
Kini permukaan danau tersisa 1.850 hektare. Penyebabnya jutaan batang pohon eceng gondok sudah menguasai hampir sebagian permukaan danau serta hasil dari sedimentasi yang telah diangkat juga tergerus kembali masuk ke danau saat hujan datang.
"Belum lagi banyaknya tempat-tempat makan diatas danau ikut berkonstribusi menimbulkan sedimentasi baru dari sampah makanan yang membusuk di dasar danau," ujar Lukman Azis.
Pemerintah melalui tim Penyelamatan Danau Prioritas Nasional merupaya untuk mengangkat sedimentasi danau tersebut.
Dalam rilis yang diterima Langit7, berulangkali tim terus berusaha mengangkat sedimentasi yang ada didasar danau seluas 2.670 hektartersebut untuk memperbesar daya tampung air yang masuk ke Rawa Pening, namun tak juga bisa tuntas.
"Bahkan kini luasan danau kian kritis karena menyusut oleh tanaman eceng gondok," ujar Direktur Eksekutif Indonesia CARE, Lukman Azis Kurniawan dikutip Langit7, Kamis (18/11/2021).
Baca juga:Branding Danau Toba Sebagai Jejak Letusan Gunung Api Terbesar Di Dunia Harus Menjadi Kebanggaan
Kini permukaan danau tersisa 1.850 hektare. Penyebabnya jutaan batang pohon eceng gondok sudah menguasai hampir sebagian permukaan danau serta hasil dari sedimentasi yang telah diangkat juga tergerus kembali masuk ke danau saat hujan datang.
"Belum lagi banyaknya tempat-tempat makan diatas danau ikut berkonstribusi menimbulkan sedimentasi baru dari sampah makanan yang membusuk di dasar danau," ujar Lukman Azis.