Sekolah Online Hadirkan Pendidikan Berkualitas dengan Akses dan Harga Terjangkau
Muhajirin
Jum'at, 19 November 2021 - 10:32 WIB
ilustrasi belajar daring (langit7.id/istock)
Akibat pandemi Covid-19, mayoritas sekolah di Indonesia menerapkan sistem pembelajaran online atau daring. Pembelajaran daring jadi pengganti dan antisipasi sementara. Saat angka covid-19 mulai turun, banyak sekolah yang mulai kembali menerapkan pembelajaran tatap muka.
Namun berbeda dengan dua sekolah ini yang justru menerapkan sistem pembelajaran daring secara permanen. Sebab pembelajaran daring dinilai lebih efektif untuk menghadirkan pendidikan yang berkualitas secara merata dan terjangkau, ketimbang pembelajaran tatap muka yang butuh banyak infrastruktur.
Berikut dua sekolah di Indonesia yang menerapkan sistem pembelajaran daring secara permanen:
1. Sekolah Murid Merdeka
Sekolah Murid Merdeka (SMM), sekolah online blended learning terintegrasi teknologi digital pertama di Indonesia. SMM meluncurkan sistem blended learning yang ditandai dengan pembukaan SMM Hub untuk metode pembelajaran luar jaringan (luring) di 10 kota.
SMM Hub menjadi sebuah wadah pembelajaran yang terpersonalisasi dan berfokus pada kebutuhan minat dan bakat anak sebagai peserta didik, sehingga dapat mencapai komptensi, prestasi, dan cita-cita di masa depan.
Namun berbeda dengan dua sekolah ini yang justru menerapkan sistem pembelajaran daring secara permanen. Sebab pembelajaran daring dinilai lebih efektif untuk menghadirkan pendidikan yang berkualitas secara merata dan terjangkau, ketimbang pembelajaran tatap muka yang butuh banyak infrastruktur.
Berikut dua sekolah di Indonesia yang menerapkan sistem pembelajaran daring secara permanen:
1. Sekolah Murid Merdeka
Sekolah Murid Merdeka (SMM), sekolah online blended learning terintegrasi teknologi digital pertama di Indonesia. SMM meluncurkan sistem blended learning yang ditandai dengan pembukaan SMM Hub untuk metode pembelajaran luar jaringan (luring) di 10 kota.
SMM Hub menjadi sebuah wadah pembelajaran yang terpersonalisasi dan berfokus pada kebutuhan minat dan bakat anak sebagai peserta didik, sehingga dapat mencapai komptensi, prestasi, dan cita-cita di masa depan.