home wirausaha syariah

Hadapi Silver Ekonomi, Bappenas Luncurkan Strategi Kelanjutusiaan

Sabtu, 20 November 2021 - 06:00 WIB
Ilustrasi warga Indonesia yang lansia. Foto: Langit7/Istock
Sebagai negara keempat dengan populasi terbesar dunia, sekitar 270 juta jiwa, Indonesia mendekati cepatnya penuaan penduduk. Pada 2020, penduduk lanjut usia (lansia) di Indonesia mencapai 26,4 juta jiwa.

Kementerian PPN/Bappenas memproyeksikan, pada 2045 mendatang, penduduk lansia akan berjumlah sekitar 61,4 juta jiwa atau sekitar 20-25 persen dari total penduduk.

“Indonesia diprediksi menjadi negara dengan silvereconomy terbesar setelah Tiongkok dan Jepang. Untuk itu, sekarang adalah waktu yang penting untuk mulai mengembangkan berbagai kebijakan multisektor yang lebih efektif, inklusif, dan berkelanjutan agar kita siap menghadapi penuaan penduduk,” ujar Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa, dalam keterangan tertulis, yang dikutif, Sabtu (20/11).

Baca juga: Indonesia-Inggris Perkuat Ekonomi Hijau Melalui Pembangunan Rendah Karbon

Salah satu strategi menghadapi penuaan penduduk adalah digitalisasi yang memudahkan lansia untuk mengakses layanan kesehatan, finansial, hingga sosial, sekaligus mengurangi kontak fisik dan risiko penularan Covid-19. Terlebih,literasi digital lansia saat ini masih relatif rendah, yakni 46,68 persenpada 2020.

Untuk itu, Kementerian PPN/Bappenas mengusung digitalisasi Sistem Informasi Lanjut Usia atau SILANI dalam bentuk aplikasi berbasis website untuk pemutakhiran data lansia, rujukan layanan, dan manajemen kasus, serta berbasis android yang dapat diakses lansia di wilayah uji coba.

Baca juga: Kerjasama Blue Ekonomi Indonesia-Swedia Sumber Pertumbuhuan Ekonomi Baru
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
silver ekonomi bappenas strategi kelanjutusiaan
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya